Diwilayah ini Gambar “Palu Arit Komunis” Terpampang Jelas

BMRPost.com- Setelah runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1990, sebuah wilayah di perbatasan bagian timur Moldova dengan Ukraina menyatakan kemerdekaannya.

 

Terjadi perang selama empat bulan kala itu, merenggut 700 korban nyawa, genjatan senjata, dan kemudian muncul Transnistria.

Transnistria punya pemerintahan sendiri, kekuatan militer dan kepolisian, sistem pos, mata uang, bendera yang dihiasi lambang palu-arit, dalam hampir segala elemen formal bertindak seperti negara mandiri pada umumnya.
Hanya saja, Moldova (sebagai mantan negara induk) tidak pernah mengakui kemerdekaan Transnistria, pun demikian negara lain enggan mengakui konstitusinya.
Sebetulnya, pelik situasi Transnistria sudah bermula sejak wilayah tersebut diserahkan Kekaisaran Ottoman kepada Kekaisaran Rusia pada akhir abad ke-18. Semenjak itu, orang-orang di Transnistria merasa lebih terikat dengan Rusia ketimbang Moldova.
Sesuai gencatan senjatan yang ditandatangani di akhir konflik Transnistria-Moldova, Rusia konsisten menempatkan pasukan perdamaian di sana sampai sekarang. Rusia juga memberikan dukungan finansial, militer, dan politik. Tak terelakkan, pengaruh Rusia sangat besar dalah kehidupan publik Transnistria.
Sial, justru itulah yang membuat kemerdekaan Transnistria tak kunjung mendapat pengakuan dari negara lain, kian memperburuk hubungannya dengan Moldova.
Terutama karena letak Transnistria yang begitu dekat dengan perbatasan Ukraina, yang hingga kini masih berkonflik dengan Rusia.
Sumber: Kumparan

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

Edan! Mengaku Nabi, Pria ini Jual Tiket ke Surga Seharga Rp 2 Juta

BMRPost.com,KARAWANG – Pertengahan tahun 2016, nama Abdul Muhjib, pria asal Karawang, sempat mencuat. Bukan karena prestasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *