Biadab!! Siswi SMK di Gilir 7 Pria

BMRPost.com,HUKRIM-Aparat kepolisian saat ini sudah mengamankan 7 (tujuh) orang tesangka pemerkosaan gadis SMK hingga berujung kematian.

Meninggalnya korban bernisial FN diduga karena depresi usai dipaksa melayani nafsu bejat sang pacar dan teman-temannya.

Bahkan, usai mengalami pemerkosaan, wanita berusia 16 tahun itu langsung berubah sikap dan lebih banyak berdiam diri dikamarnya.

Korban pun lebih banyak diam dan tidak mau makan setelah insiden menggeramkan itu terjadi.

Akhirnya, pada hari Rabu (3/7/2018) meninggal dunia selang satu minggu usai kejadian.

Korban juga sempat dibawa kerumah sakit oleh orangtuanya lantaran kondisi kesehatannya menurun drastis sejak kejadian itu.

Sementara itu, tujuh orang pelaku yang diduga telah memperkosa korban saat ini sudah diamankan di Mapolres Bogor.

Para pelaku yakni ISH (15), ARN (14), MR (18), MDF (20), RS (22), N (22) dan A (22) kini telah digelandang ke Mapolres Bogor.

Sedangkan, seorang pelaku dikabarkan masih menjadi buronan polisi dan mausk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky mengatakan saat ini pihaknya sudah mengamankan tujuh orang tersangka yang diduga menjadi penyebab meninggalnya korban.

“Satu tersangka lainnya masih dalam pencarian,” ucap Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (13/7/2018).

“Kita sudah periksa 15 orang saksi dan saat ini sudah ditetapkan delapan tersangka,” katanya menambahkan.

Menurutnya, korban diperlakukan keji oleh delapan orang hingga mengalami gangguan psikis dan meninggal dunia.

“Korban digilir oleh delapan orang hingga mengalami depresi dan gangguan psikis yang mengakibatkan meninggal dunia selang satu minggu pasca kejadian,” kata dia.

Ia menegaskan, para pelaku bakal diancam pasal 81 dan 82 UU No 35 tahun 2014 perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun penjara.

Kapolres menerangkan, kejadian pemerkosaan tersebut berawal ketika korban janjian dengan salah satu pelaku kemudian dijemput menggunakan sepeda motor di dekat perlintasan kereta api daerah Citeureup pada Selasa (26/6/2018) malam.

Korban kemudian dibawa ketempat nongkrong pelaku dan teman-temannya yang notabene tempat tersebut merupakan rumah kosong.

Setibanya di rumah kosong, korban diketahui langsung diperkosa secara paksa oleh para pelaku.

Tidak diketahui secara pasti apakah para pelaku dalam pengaruh minuman beralkohol (Minol) atau tidak.

“Awalnya enam orang bergiliran, kemudian datang dua pelaku yang lainnya,” ungkapnya.

Setelahnya, lanjut Dicky, korban diantar pulang oleh salah satu pelaku.

Selang beberapa hari pasca kejadian, korban pun mengalami sakit yang tidak biasa, makan, minum, dan bicara pun tidak mau.

“Korban diduga mengalami depresi berat dan gangguan hingga pada akhirnya meninggal dunia pada Selasa (3/7/2018),” terangnya.

Sementara itu, ayah FN, EC mengatakan, putrinya mengalami sakit tidak wajar sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

“Tatapannya kosong mulutnya kebuka, keluar bercak merah dari alat kelamin padahal sedang tidak datang bulan, kemudian tidak mau makan, saya lihat anak saya seperti itu pada hari Senin (2/7/2018),” ujarnya kepada TribunnewsBogor.com.

FN pun kemudian dilarikan ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan medis malam harinya sekira pukul 23.00 WIB.

EC menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan dokter, FN perlu mendapatkan pendampingan.

“Dokter tidak menjelaskan secara detail, tapi bilang kalau anak saya depresi berat,” tuturnya.

EC tak tinggal diam, ia kemudian mencari tahu tentang FN kepada sahabatnya. Dan benar saja, EC harus menerima kenyataan pahit bahwa putri pertamanya itu ternyata telah diperkosa.

“Keesokan harinya pada Rabu (3/7/2018) pagi niatnya mau dibawa ke rumah sakit lagi tapi ternyata Allah berkehendak lain, anak saya meninggal sekira pukul 04.30 WIB,” kata dia.

Sementara itu, seorang Psikolog, Dra Ida Chrysanti berpandangan lain prihal kasus tewasnya siswi SMK yang diduga depresi udai diperkosa sejumlah pemuda.

Menurut Ida, tewasnya FN diduga bukan sepenuhnya karena mengalami depresi.

sebb, kata diua, jika korban depresi ada kecenderungan ingin bunuh diri.

Ida menduga, meninggalnya FN disebabkan karena persoalan medis.

“Kalau depresi kecenduranganya ada keinginan bunuh diri, tapi kalau untuk kasus ini saya rasa korban mengalami persoalan medis karena kita tidak tahu yang dialaminya pasca kejadian, bisa jadi ada luka di dalam hingga pendarahan dan tidak cepat ditangani dokter,” ujarnya saat dihubungi TribunnewsBogor.com.

Ia menjelaskan bahwa seharusnya korban langsung mendapatkan pendampingan pasca diperlakukan tidak manusiawi oleh pelaku.

Namun, sayangnya saat itu korban memilih bungkam dan hanya bercerita apa yang telah dialaminya kepada sahabatnya saja.”Kalau pendampingan harus segera dilakukan jangan ditunda, sehingga kondisi kesehatannya pun akan diketahui,” tandasnya.

Sumber Tribratabogor.com

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

396 Peserta CAT CPNS Kotamobagu di Panggil untuk Mengikuti Seleksi SKD

BMRPost.com,KOTAMOBAGU – Tes ujian CAT CPNS 2018 telah usai dilaksanakan, namun hasil yang dicapai para …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *