HEADLINE

Babuk Tidak Memenuhi Unsur, Panwas Kotamobagu: Pemberian Tatong Bara Murni Sedekah

BMRPost.com, Kotamobagu– Laporan atas hasil Oprasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Polres Bolmong  terhadap pembagian sedekah  Ir. Tatong Bara, yang di duga sebagai tindakan praktek money politik pada beberapa waktu lalu, dinyatakan tidak terbukti.

Hal ini sebagaimana disampaikan Ketua Panitia Pengawas (Panwas) pilwako Kotamobagu, Musli Mokoginta, saat melakukan Konfrensi Pers di sekretariat Panwas Kotamobagu, Jln, KS Tubun, Kelurahan Sinindian. Rabu (26/06/2018).

Musli yang juga didampingi Anggota Panwas serta Kapolres Bolaang Mongondow, mengatakan, laporan dugaan money politik (politik uang red). Berdasarkan hasil pemeriksaan yang melibatkan 25 orang saksi dan 1 orang saksi ahli Hukum dari Universitas Trisakti Jakarta,  bukanlah merupakan peristiwa pidana melainkan murni pembagian sedekah.

“Bukan perbuatan yang melawan hukum, sebab  yang dilakukan oleh Ir. Tatong Bara hanyalah membagikan sedekah berupa bingkisan yang diperuntukan bagi kaum dhuafa saat menjelang hari raya idul fitri. Hal yang merupakan kegiatan rutinitas ini tidak ditemukannya kata/kalimat  yang mengajak warga untuk memilih calon tertentu ataupun menggunakan atribut calon berupa logo partai maupun nomor urut pasangan calon,” terang Musli.

Musli juga mengatakan, pihaknya akan segera mengembalikan barang bukti yang diduga sebagai praktek money politik, dikarenakan tidak memenuhi unsur.

“Semuanya akan dikembalikan, sebab jelas tidak memenuhi unsur sebagaimana laporan yang ada,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, barang bukti yang di sita di dua tempat berebda yakni di kelurahan Mogolaing dan Desa Moyag sama sekali tidak diketahui oleh pihaknya maupun Polres dan Kodim.

“Untuk Mogolaing dan Moyag kami tidak tau karena barangnya tidak ada sama Polres, Kodim maupun Panwas. Dari pemeriksaan pelapor dan terlapor, barang barang tersebut ada di Sekretariat JADI JO. Sehingga bukan menjadi tanggunjawab kami,” jelas Musli.

Ditempat yang sama, Kapolres Bolaang Mongondow, AKBP Gani Fernando Siahaan, mengatakan, pihaknya meyerahkan semua keputusan pada Panwas sebagai instansi terkait.

“Sebagaimana yang disampaikan ketua Panwas maka sepenuhnya sudah menjadi keputusan, akan tetapi saya menegaskan agar tidak lagi melakukan hal yang sama,” tegasnya.

Reporter : Chandra Mokoagow

 

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

Maraknya Kasus Racikan Obat Perangsang di Kalangan Anak Muda

BMRPost.com,KRIMINAL– Komisi Perlindungan Anak Daerah Kabupaten Bekasi Muhammad Rojak mengimbau para orang tua di Bekasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *