HEADLINE
Pjs Walikota Moh. Rudi Mokoginta saat menghadiri Rakornas oleh Kemendagri di Jakarta Pusat

Jelang Persiapan Pilkada, Pjs Walikota Kotamobagu Hadiri Rakornas Kemendagri

BMRPost, Jakarta-Menjelang momentum Pilkada serentak tahun 2018, Pjs Walikota Kotamobagu Mohamad Rudi Mokoginta hadiri Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) yang di selenggarakan Kementrian Dalam Negri (Kemendagri) di Hotel Grand Said Jaya, Jakarta Pusat. Selasa (20/02)

Dalam rangka membahas Persiapan Pemilu Serentak tahun 2018, yang dibuka langsung oleh Dirjen Otda Kemendagri Soni Sumarsono turut dihadiri oleh 171 Kepala Daerah Provinsi, Kabupaten, Kota seluruh Indonesia.

Pjs Walikota Kotamobagu Rudi Mokoginta menuturkan, semua kepala daerah yang hadir telah menyepakati arahan dari Kemendagri dan Menkopolhukam untuk  mengawal proses Pemilu serentak agar berjalan lancar dan sukses.

“Semua Kepala Daerah sepakat untuk mengawal jalannya pemilihan kepala daerah serta menciptakan proses Pilkada sehat damai dan tertib, dengan harapan terpilihnya pemimpin daerah yang berkualitas,”terang Mokoginta

Menurutnya, semua Elemen harus menjaga stabilitas keamanan sebagai upaya mengantisipasi permasalahan yang dikhawatirkan timbul karena gesekan horizontal di antara calon peserta maupun pendukung pasangan calon.

“Setiap elemen harus saling bersinergi dan memiliki kesadaran masing-masing, sehingga nantinya dapat meminimalisir kecurangan serta permasalahan yang dapat mencederai kehormatan demokrasi kita,”ungkapnya.

“ Termasuk ASN harus netral, kemudian antisipasi daerah atas pengguna Medsos yang memakai akun palsu untuk menyebarkan berita Hoax. Kemudian masalah isue Sara, ini harus di awasi benar – benar agar tidak terjadi, yang nantinya bisa merugikan tatanan kehidupan yang sudah berjalan baik,” tegasnya.

Mendagri Tjahyo Kumolo juga menyebutkan,  ada beberapa risiko terkait praktik money politic dan kampanye hitam, sabotase, ancaman dan penculikan, kejahatan konvensional lainnya serta terjadinya kualitas pilkada dan kampanye golput.

“Pada tahapan pemungutan suara, risiko yang harus kita antisipasi yaitu praktik money politic, proses yang diikuti dengan keributan dan kerusuhan di TPS, ancaman terorisme dan sabotase pengrusakan dan pembakaran, kekerasan dan kejahatan konvensional lainnya,” paparnya, dalam rilis media Nasional.

Reporter:(Mokoagow)

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

Parah!! Tolak Maksud Baik Keluarga, Andi Malah Aniaya Mantan Adik Ipar

BMRPost.com,HUKRIM-  Perbuatan tidak terpuji diduga dilakukan AD alias Andi Datunsolang (29), warga Desa Doloduo Induk, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *