HEADLINE
Shinta Framita Paputungan

Shinta Ajak Perempuan Muda ‘Zaman Now’ Peduli Bahasa Mongondow

BMRPost,KOTAMOBAGU– Pesatnya perkembangan teknologi sekarang ini, secara tidak langsung membentuk manusia-manusia modern yang ‘kekinian’. Tak terkecuali, para wanita saat ini semakin modern dan dinamis seiring dengan perkembangan zaman. Shinta Ajak Perempuan Muda ‘Zaman Now’ Peduli Bahasa Mongondow
Hal itu, menarik perhatian ibu muda berparas manis yakni Shinta Framita Paputungan. Menurut wanita yang merupakan penggagas komunitas WAP’s (Wanita-wanita Muda Peduli Sosial) ini, mengatakan bahwa wajar bila perempuan zaman sekarang semakin modern, asalkan tidak melupakan jati diri kedaerahan. Shinta Ajak Perempuan Muda ‘Zaman Now’ Peduli Bahasa Mongondow
“Itu wajar, mengingat perkembangan teknologi gadget, dan lain-lain. Semua pasti terkena dampaknya baik dampak positif ataupun negatif. Asalkan, kita sebagai perempuan tidak melupakan jati diri sebagai intau mongondow,” tutur pencinta seni ini.
Wanita yang sehari-hari juga bekerja di sekretariat DPRD Kota Kotamobagu, dan juga aktif dalam kegiatan dakwah bersama majelis-majelis dzikir ini , mencontohkan bahwa sehebat-hebatnya wanita jawa atau bugis mereka tetap tidak melupakan jati diri mereka.
“Sebagai contoh, lihat wanita jawa atau bugis. Makanya, kita tidak perlu malu menjadi orang mongondow, dan tidak perlu malu berbahasa mongondow, semua kita mulai dari hal-hal kecil seperti berbahasa daerah dalam pergaulan, agar jati diri kita bisa terlihat, tanpa malu dan gengsi,” tambahnya.
Ditambahkannya pula, bahwa di media sosial (medsos) saat ini pun, perempuan-perempuan mongondow bisa mempromosikan budaya atau bahasa mongondow.
“Contohnya update status harian yang keren menggunakan bahasa mongondow, atau update foto tarian, atau foto makanan, atau budaya mongondow. Ditambah dengan hashtag keren berunsur kedaerahan. Itu hal-hal kecil yang bisa memberi pengaruh ke publik, intinya selalu libatkan bahasa atau budaya kita dalam berinteraksi sosial,” ujarnya.
Alumnus STIE Widya Dharma ini pun menambahkan bahwa sebagai orang mongondow agar tidak melupakan moto leluhur.
“Jangan lupakan motto leluhur kita yakni Mototompiaan, mototabian, bo mototanoban,” pungkasnya sambil tersenyum.
(**)

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

Surat dari Mantan Wartawan untuk Prabowo Subianto

Oleh: Denny Siregar Prabowo marah besar…. Surat dari Mantan Wartawan untuk Prabowo Subianto Acara yang direncanakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *