HEADLINE
Wakili Dewan Pers Indonesia, SHS Tampil di UNESCO

Wakili Dewan Pers Indonesia, SHS Tampil di UNESCO

BMRPost-Anggota Dewan Pers Indonesia (DPI) Dr Sinyo Harry Sarundajang (SHS) mengkampanyekan hajatan World Press Freedom Day (WPFD) Hari Kebebasan Pers Dunia 2017. Kegiatan ini akan digelar di Jakarta, 1-4 Mei 2017. Ya, UNESCO sebagai penyelenggara iven tersebut, melaksanakan serial diskusi panel jelang WPFD 2017. Diantaranya, sebuah seminar bertemakan ‘Journalism Under Fire: Challenges of Our Times’ di Markas Besar UNESCO, Paris, 23 Maret. Wakili Dewan Pers Indonesia, SHS Tampil di UNESCO

SHS diundang dalam seminar tersebut dan memberikan sambutan dalam jamuan makan malam yang disiapkan perwakilan tetap RI untuk UNESCO, bekerjasama dengan perwakilan tetap Finlandia untuk UNESCO, di mana Finlandia adalah tuan rumah WPFD 2016. Mantan gubernur Sulut dua periode ini, memaparkan secara singkat perkembangan pers di Indonesia. Juga, persiapan Indonesia sebagai tuan rumah WPFD 2017. “Saya mengundang para peserta seminar untuk hadir di Jakarta berpartisipasi dalam kegiatan WPFD 2017,” ajak pria enerjik ini. Wakili Dewan Pers Indonesia, SHS Tampil di UNESCO

Sementara itu, jamuan makan berlangsung penuh keakraban di antara kurang lebih 200 peserta seminar. Ada sajian makanan khas Indonesia berupa sate ayam bumbu kacang dan kue tradisional yang dibungkus daun pisang. Juga, berbagai minuman mulai dari orange juice hingga wine. Tampilan latar belakang keindahan cahaya lampu menara Eiffel, dari lantai tujuh gedung kantor pusat UNESCO, Paris, membuat peserta pun berdecak kagum.

Diketahui, seminar jelang WPFD 2017 membahas tantangan masa kini yang dihadapi media akibat bertransformasinya teknologi, ekonomi dan politik. Diharapkan dapat berkontribusi dalam penguatan kebebasan berekspresi dan pemberitaan. Dimana, komunitas modern ini tidak dapat berfungsi dan berkembang dengan baik tanpa jurnalisme bebas, independen dan profesional. Karenanya, harus didasarkan pada prinsip pemeriksaan fakta, pluralitas opini yang dikemukakan, kerahasiaan sumber media, dan keselamatan para jurnalis.

Menariknya, empat panel diskusi dari pagi hingga malam tersebut dilaksanakan berupa debat televisi. Menghadirkan pembicara-pembicara ahli dari beberapa negara. Diantaranya, Amerika Serikat, Inggris, Austria, Tunisia, Finlandia, Brazil, El Salvador, Qatar, Rusia, Perancis serta Filipina. Tampak hadir Duta Besar Indonesia untuk Perancis dan UNESCO Hotmangaradja Pandjaitan, Duta Besar dan Delegasi Tetap Finlandia untuk UNESCO Pekka Puustinen, Ketua Dewan Eksekutif UNESCO Mr Michael Worb dan Asisten Dirjen Komunikasi dan Informasi UNESCO.

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

Caleg NasDem Kotamobagu Terima Pembekalan Public Speaking dari Jhon Robert Powers

BMRPost,KOTAMOBAGU-Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ekstra ketat dalam mempersiapkan calon legislatif (Caleg) yang akan bertarung di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *