HEADLINE
Korban semasa hidup

ABG ini Jemput Ajal di Kawah Gunung Lokon

BMRPost,TOMOHON-Nasib tragis dialami David Lambanaung (18), siswa kelas XII SMK Maranatha Manado. Bermaksud mengabadikan nama di Kawah Tompaluan Gunung Lokon, ternyata mengukirkan nama pusaranya. Korban sempat berpamitan ibunda Serly Sarinusa, sebelum beranjak mendaki ke Gunung Lokon, David tak meninggalkan jejak firasat bakal pergi untuk selamanya. Dirinya mendaki Gunung Lokon, yang sebenarnya dilarang melakukan aktivitas pendakian. Bersama lima rekannya dari Karegesan Minut yakni Zaklin Tukude (17), Imanuel Kaunang (20), Megumi Runtu (15), Mega Kalangi (15), dan Tessa Kalangi (16). ABG ini Jemput Ajal di Kawah Gunung Lokon

 

Seperti diberitakan Manadopostonline, David Cs berada di kawah sejak sore hari dan berencana hanya ingin menikmati keindahan kawah lantas turun lagi. Namun saat menikmati alam, David hendak menuruni kawah untuk menuliskan nama di bebatuan. Tiba-tiba, muncul kabut yang menutupi jarak pandang. Saat mau turun, teman-temannya coba memanggil David, namun sudah tak berjawab. Mereka mereka berinisiatif melapor ke tim Basarnas Manado.  ABG ini Jemput Ajal di Kawah Gunung Lokon

Proses pencarian David terbilang sulit. Dimana, sejak dilaporkan menghilang pada Sabtu (24/3) sekira pukul 17.00, baru bisa ditemukan Minggu (25/3) mendekati pukul 11.00 Wita. Dua tim Basarnas bersama Kepolisian, TNI , dan BPBD berjuang melawan medan terjal dan ekstrimnya cuaca. Diawali doa, korban ditemukan Tim Rescue Badan SAR Nasional Manado. Komandan Tim Rescue Yahya Sadue memaparkan berbagai rintangan yang diperoleh, saat menemukan dan evakuasi korban.

“Cuaca yang tidak mendukung sempat menunda aktivitas kami sejak semalam, ditambah lagi bahayanya gas beracun di kawah gunung, membuat kami harus dibekali peralatan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA). Kadang kala bersembunyi di balik bebatuan dan mencari oksigen,” jelas Sadue didampingi Danramil Tomohon Kapt Inf Feky Welang. Beruntung dengan bantuan doa, ungkap Sadue, bisa menemukan korban dan berhasil mengevakuasi dalam kurun waktu satu jam 10 menit.

Dengan memakan waktu kurang lebih 50 menit, korban yang sudah terbujur kaku dibopong dari Kawah Tompaluan, diantar ke kendaraan PMI yang sudah stand by menunggu. Kepala BPBD Tomohon Robby Kalangi yang ditemui koran ini menyampaikan, sebelumnya personilnya beserta tim Basarnas Manado dibantu Kepolisian dan TNI kesulitan menemukan korban. “Sejak menerima laporan kami langsung menyiapkan peralatan dan logistik, beruntung cepat ditemukan. “Ke depan, diharapkan adanya koordinasi lintas sektor untuk menetralisir Gunung Lokon dari keamanan aktivitas pendakian,” tukas Kalangi. Ayah korban yakni Alex Lambanaung (54) mengungkapkan awalnya tidak menaruh firasat buruk pada anaknya tersebut.

“Katanya hanya ingin mendaki bersama rekan-rekannya dan langsung pulang ke rumah. Dia juga sempat berpamitan ke ibunya sebelum berangkat,” jelasnya. Ibunya sendiri, Serly Sarinusa seakan tak percaya putranya meninggal dengan cara seperti ini. Isak tangis tertahankan karena dirinya berkeyakinan, kalau anaknya masih dalam keadaan hidup. Kepala Basarnas Manado Budi Cahyadi yang ditemui setelah proses evakuasi menyampaikan korban dibawa ke rumah sakit untuk diotopsi.

“Kami berharap lewat kejadian ini, orang tua tetap waspada mengawasi anak-anak mereka terlebih yang sudah mengetahui memiliki anak yang gemar menggeluti dunia tantangan seperti ini. Selain itu kami tetap berkoordinasi dengan para Kelompok Pecinta Alam (KPA) untuk mensosialisasikan ke mereka terkait larangan mendaki di lokasi-lokasi rawan seperti di Gunung Lokon ini,” harap Cahyadi. Hingga saat ini dugaan sementara kematian korban akibat pengaruh gas beracun. Terkait larangan aktifitas pendakian diketahui sejak perubahan status dari siaga menjadi waspada belum dicabut.

Mengatasi maraknya pendakian liar di gunung berapi ini perlu perhatian khusus. Baik dari Basarnas, BPBD dan Koramil 1302/06 Tomohon seakan kompak memyimpulkan jalur masuk pendakian sehingga sulit dilakukan pengawasan. “Pintu masuknya dari berbagai penjuru sehingga bila menutup di satu lokasi, mereka memanfaatkan jalur lainnya. Kita hanya bisa memberikan pemahaman baik bagi KPA dan orang tua untuk bersama-sama menjaga keselamatan nyawa orang dengan terus menyuarakan  dilarang melakukan pendakian di Gunung Lokon,” urainya.

Kapolsek Tomohon Utara AKP Bartholomeus Dambe saat diwawancarai mengimbau peran seluruh elemen masyarakat bersama-sama memperhatikan hal tersebut. “Kampanye dilarang melakukan pendakian seperti ini melibatkan berbagai unsur, masyarakat seputaran kaki gunung pun diharapkan bisa melakukan pelarangan bila berpapasan dengan para pendaki yang hendak menaiki Gunung Lokon,” imbaunya.

(MP/Octav)

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

Kasus Dugaan Pelanggaran UU ITE Berlanjut, Polres Bolmong Surati AH

Kepastian dipanggilnya pemilik akun  Awie Hassan yaitu dengan terbitnya surat panggilan nomor : S.pgl /203/IV/2018/Reskrim, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *