HEADLINE

Aduh !! Diduga Lantaran Pasang Atribut Demokrat, Sangadi Torout Larang Warga Buat Hajatan

BMRPost,BOLMONG-Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Bolmong, semakin hari semakin diwarnai intervensi pejabat. Bahkan, ada oknum Kepala Desa (Sangadi.red), diduga tega tak mau melayani warganya, hanya gara-gara mendukung beda pilihan. Aduh !! Diduga Lantaran Pasang Atribut Demokrat, Sangadi Torout Larang Warga Buat Hajatan

Hal ini sebagaimana yang terjadi di Desa Torout Tengah, Kecamatan Dumoga Barat, Kabupaten Bolmong. Dimana, seorang warga bernama Luring Bonde, mengaku kesulitan mendapatkan ijin melakukan hajatan dari Sangadi setempat, hanya karena memasang atribut Partai Demokrat di depan rumahnya.

“Sudah beberapa kali saya kerumah Sangadi untuk menyampaikan permohonan melakukan hajatan dirumah saya. Namun beliau tidak merespon, ia malah mengatakan, permintaan saya boleh disetujui asalkan atribut (Bendera.red) Demokrat yang ada didepan rumah saya diturunkan,” tutur Luring, ketika menghubungi redaksi detotabuan.com, Senin (19/12/2016) tadi malam. Aduh !! Diduga Lantaran Pasang Atribut Demokrat, Sangadi Torout Larang Warga Buat Hajatan

Sebagai Pembina politik di Desa, harusnya kata Luring, Sangadi bersikap netral, dan tidak memanfaatkan jabatannya untuk mengintervensi masyarakat. “Padahal tugas Sangadi itu melayani masyarakat, bukannya mempersulit,” kata Luring dengan nada kesal.

Anggota DPRD Kabupaten Bolmong, Doni Lumenta tidak tinggal diam, politisi demokrat ini meminta pemerintah kabupaten untuk segera memanggil yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi.

“Tak seharusnya seorang sangadi berperilaku seperti ini, ini mengekang hal demokrasi masyarakat, sebagai wakil rakyat saya meminta Pemerintah Kabupaten Bolmong dalam hal ini Assisten 1, untuk segera memanggil yang bersangkutan,” ujar Lumenta.

Bahkan kata Lumenta, jika tudingan masyarakat itu terbukti, yang bersangkutan harus diberikan sanksi tegas.

“Harus ada sanksi tegas, agar kejadian seperti tidak terulang, apalagi undang-undang dengan tegas melarang seorang Sangadi berpolitik praktis,” pungkas Lumenta.

Sayangnya, hingga berita ini naik tayang, upaya konfirmasi ke Sangadi Torout Tengah, Sirajudin Mokoagow, belum bisa didapatkan, dihubungi via seluler di nomor 085340317xxx, namun nomor yang bersangkutan dalam keadaan tidak aktif.

(Tr-01)

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

Kasus Dugaan Pelanggaran UU ITE Berlanjut, Polres Bolmong Surati AH

Kepastian dipanggilnya pemilik akun  Awie Hassan yaitu dengan terbitnya surat panggilan nomor : S.pgl /203/IV/2018/Reskrim, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *