HEADLINE
Salah satu pekerja yang tidak dilokasi pembangunan KPP Kotamobagu

Ronny Tinungki Tewas, PT Praja Ghupta Langgar UU No I Tahun 1970

BMRPost,KOTAMOBAGU-Meninggalnya Ronny Tinungki, kepala pengawas konstruksi baja dilokasi pembangunan gedung Kantor Pajak Pratama (KPP) Kotamobagu pada hari selasa (04/10) diduga akibat kelalaian pihak kontraktor (PT Praja Ghupta) yang dengan sengaja tidak menerapkan  sistim manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) terhadap pekerja, dilokasi pembangunan tersebut. Ronny Tinungki Tewas, PT Praja Ghupta Langgar UU No I Tahun 1970

Hal tersebut diakui oleh kepala bidang Tenaga Kerja Kotamobagu Ratna Adharani SS MSi kepada BMR Post, Sabtu (14/10). Ronny Tinungki Tewas, PT Praja Ghupta Langgar UU No I Tahun 1970

“Dalam UU No I Tahun 1970 BAB III tentang syarat-syarat keselamatan kerja. Dalam Bab tersebut dijelaskan tentang keselamatan kerja dalam segala tempat kerja, baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air maupun di udara, yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia,” Jelas Ratna

Ratna juga menambahkan jika pihaknya sudah dua kali melakukan kunjungan ke lokasi pembangunan dan menemui banyak pelanggaran dilokasi tersebut.

“Ada banyak pelanggaran ditempat tersebut, salah satunya kabel listrik berserakan dan membahayakan pekerja serta pengunjung,” Tambahnya

Selain itu juga Ratna mengatakan jika Pihak pengelolah melanggar UU No I Tahun 1970 Bab IX karena para pengunjung ditempat tersebut tidak disediakan pelindung apabila terjadi sesuatu.

“Jelas pelanggaran ini sangat nampat dan terkesan disengaja dalam UU No I tahun 1970 bab IX jelas mengatakan barang siapa akan memasuki sesuatu tempat kerja, diwajibkan mentaati semua petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan,” Pungkas Ratna

Selain itu pihak Tenaga Kerja juga ternyata tidak di gubris pihak pelaksana/kontraktor.

“Selama dua kali melakukan kunjungan, pihak kami tidak di hargai oleh pihak pelaksana, semua bungkam dan engan menyambut kedatangan kami.” Pungkas Ratna

Belakangan diketahui jika pelaksana pekerjaan tersebut juga sejauh ini tidak menerapkan SMK3 bagi pekerja ditempat tersebut. Kepala Bidang Tenaga Kerja Kotamobagu, Ratna Andarani mengakui saat melakukan Inspeksi menemui banyak pelanggaran dan telah memberi surat panggilan terhadap pelaksana pekerjaan.

(Octav)

 

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

Rusdi Gumalangit Sebut Cherish Harriette Layak Wakili Generasi Muda di Pusat

BMRPost,BOLTIM – Minggu, (14/10) Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Rusdi Gumalangit manghadiri penutupan Grass …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *