HEADLINE

Dinsosnaker KK Segera Hentikan Pembangunan KPP

Buntut dari meninggalnya salah satu pekerja  (Ronny Tinungki) karena pihak pelaksana tidak menerapkan standar keselamatan kerja dan tidak melaporkan jumlah tenaga kerja kepada Instansi terkait. Dinsosnaker KK Segera Hentikan Pembangunan KPP

BMRPost,KOTAMOBAGU-Pembangunan Kantor Pajak Pratama Kotamobagu terancam dihentikan. Pasalnya perusahaan yang bertanggung jawab hingga saat ini tak kunjung melaporkan tenaga kerjanya ke Dinsosnaker Kotamobagu. Padahal beberapa pekan kemarin sudah ada korban Jiwa dilokasi tersebut, karena tidak ada penerapan SMK3 dan Instansi terkait sudah menyurati pihak pelaksana, namun tidak pernah diindahkan.

Tidak hanya itu, dalam rekrutmen naker pembangunan dan juga security tak jelas prosedur yang dilaksanakan. Sebab sampai saat ini dan bahkan pembangunannya telah berjalan belum ada yang melapor.

“Kita sudah beberapa kali meninjau ke lapangan dan melihat pelaksanaan pembangunan. Ironisnya pengawas saja tidak menghargai kedatangan kami, kami tidak ditemui selama dua kali kunjungan dan kami sudah melihat langsung keadaannya. Yang pasti ada banyak pelanggaran,” Ujar Ratna Adharani, Kepala Bidang Tenaga kerja Kotamobagu, Selasa, (18/09) kemarin. Dinsosnaker KK Segera Hentikan Pembangunan KPP

Ratna juga mengatakan jika pihaknya akan menghentikan kegiatan pembangunan KPP Kotamobagu dengan alasan telah melanggar Undang-undang No 1 Tahun 1970 tentang ketenagakerjaaan.

“Dalam UU No I Tahun 1970 BAB III tentang syarat-syarat keselamatan kerja. Dalam Bab tersebut dijelaskan tentang keselamatan kerja dalam segala tempat kerja, baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air maupun di udara, yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia,” Jelas Ratna

Bahkan pengusaha atau pengurus perusahaan wajib melaporkan tertulis menengenai ketenagakerjaan.selain itu prosedur dalam lokasi pembangunan juga tidak diindahkan.

“Jelas pelanggaran ini sangat nampak dan terkesan disengaja. dalam UU No I tahun 1970 bab IX jelas mengatakan barang siapa akan memasuki sesuatu tempat kerja, diwajibkan mentaati semua petunjuk keselamatan kerja dan memakai alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan,” Pungkas Ratna

 

Pihik PT Praja Ghupta sudah diberi teguran dan dan panggilan oleh pihak Dinsosnaker Kotamobagu, namun hingga batas waktu yang diberikan (senin 15/10) pihak perusahan tidak kunjung melapor ke Dinsosnaker Kotamobagu.

Sementara itu, ketegasan juga datang dari ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kotamobagu, Sukamulia Lobud. menurutnya setelah melakukan investigasi terdapat sangat banyak pelanggaran yang harus segera ditindaklanjuti Instansi terkait.

“Kami sudah melakukan Investigasi paska adanya korban jiwa dilokasi pembangunan gedung KPP Kotamobagu. Ini harus segera dihentikan sementara. Pasalnya bisa ada korban jiwa selanjutnya jika tidak diterapkan Standar keselamatan,” Tegas Sukamulia

Lebih lanjut dirinya memperingati pihak pelaksana agar tidak menganggap remeh keselamatan pekerja.

“Nyawa seseorang jangan dianggap remeh. Ini berbahaya. Apalagi Dinsosnaker sudah layangkan teguran, namun tidak diindahkan oleh pihak pelaksana. Proses penyelidikan terhadap korban yang meninggalpun tidak jelas. seharusnya selama proses penyelidikan, lokasi kejadian harus diberi garis polisi dan pekerjaan dihentikan sementara,” Pungkas Sukamulia

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, melalui kepala Bidang Tenaga kerja Ratna Adharani menegaskan jika pihaknya akan melakukan kunjungan pada hari kamis (20/10) guna menindaklanjuti proses teguran, dan akan melakukan pemberhentian sementara, hingga semua kewajiban dipenuhi oleh pelaksana kerja.

(Octav)

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

Surat dari Mantan Wartawan untuk Prabowo Subianto

Oleh: Denny Siregar Prabowo marah besar…. Surat dari Mantan Wartawan untuk Prabowo Subianto Acara yang direncanakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *