HEADLINE
Waduh !! 341 Ha Cagar Alam Gunung Ambang jadi HPT

Waduh !! 341 Ha Cagar Alam Gunung Ambang jadi HPT

BMRPost,BOLTIM-Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyetujui alih fungsi sebagian lahan Cagar Alam Gunung Ambang seluas 3.232,73 hektare. Waduh !! 341 Ha Cagar Alam Gunung Ambang jadi HPT

Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Sonny Waroka mengungkapkan tim terpadu yang dibentuk Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyetujui permohonan Pemda Boltim untuk menurunkan status sebagian lahan Cagar Alam Gunung Ambang.

“Total yang diusulkan 3.379,08 hektare untuk menjadi kawasan hutan lindung (HL) dan kawasan hutan produksi terbatas (HPT),” kata Sonny, Senin (6/6). seperti yang dikutip dari Tribun Manado. Waduh !! 341 Ha Cagar Alam Gunung Ambang jadi HPT

Lahan yang diusulkan untuk alih fungsi tersebut sebagian berada di wilayah Bolmong. Dalam pengambilan keputusan, tim terpadu terpaksa harus voting karena beda pendapat terkait perubahan fungsi sebagian lahan cagar alam tersebut

“Sempat tak disetujui. Tapi akhirnya setelah voting dalam rapat tim terpadu pekan lalu direkomendasikan 2.605,63 hektare turun status menjadi Taman Wisata Alam (TWA), HL seluas 285,55 hektare, HPT seluas 341,55 hektare.

“Total yang disetujui 3.232,73 hektare. Sisanya dari yang diusulkan 146,35 hektare tetap dipertahankan sebagai bagian cagar alam,” kata dia.

Hasil rapat tersebut akan ditindalanjuti dengan surat keputusan Menteri LH dan Kehutanan. Diturunkannya status sebagian lahan itu, maka pemda bisa ikut mengelola. Untuk TWA, pemda bisa bekerjasama dengan Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dalam mengelolanya.

“Wilayah HL dan HPT juga sudah lebih mudah dalam mengelola karena pemda sudah memiliki kewenangan disitu. Kalau masih cagar alam, tak bisa ada aktivitas disana. Pemda pun tak bisa masuk karena kewenangan BKSDA,” tegasnya.

Lahan yang dialihfungsikan tersebut rencananya akan menjadi lokasi pembangunan pembangkit listrik pertamina geothermal energi (PGE) dan perkebunan hortikultura seluas 2.490,64 hektare dan hutan lindung 285,55 hektare. Lahan PGE tersebut sekitar 102 hektare berada di Bolmong.

“Untuk wilayah Bolmong yang terjadi perubahan fungsi, ada lokasi pembangkit listrik tenaga mini hidro Mobuya (Bolmong) seluruhnya menjadi TWA seluas 114,99 hektare dan beberapa lokasi cagar alam untuk jalan dan kebun hortikultura menjadi lahan HPT seluas 341,55 hektare,” jelasnya.

Dia menambahkan, cagar alam yang menjadi kawasan hutan lindung berada di kawasan Danau Mooat Boltim. Sehingga lokasi ini nanti bisa dipinjam pakai warga sebagai perkebunan.

“Secara otomatis jalan antara Mooat-Modayag sudah bisa diperlebar, proyek pelebaran tahun lalu dihentikan karena masuk cagar alam. Kawasan itu juga sudah bisa pinjam pakai warga untuk berkebun, tapi tak bisa dimiliki,” terangnya

(tn/Octav)

 

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

Surya Paloh Akan Bekali 25 Caleg NasDem Kota Kotamobagu

BMRPost,KOTAMOBAGU-DAlam rangka menghadapi pemilihan umum (Pemilu) 2019, aspek kepribadian, kemampuan menganalisa masalah, kemampuan berbicara dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *