HEADLINE
Tatong Bara dukung SANIMAS

Tatong Bara dukung SANIMAS

BMRPost,Makassar-Walikota Kotamobagu, Ir. Tatong Bara, Selasa (31/5) melaksanakan penandatangan perjanjian kerjasama tentang Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS) dan Tempat Pengelolaan Sampah (TPS) dengan pola Reuse, Reduce, dan Recycle atau TPS3R, antara pihak Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PPLP) Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia dengan Pemerintah Kota Kotamobagu. ( Tatong Bara dukung SANIMAS )

Usai melaksanakan pendatanganan kerjasama tersebut Tatong Bara mengatakan, Pemerintah Kota Kotamobagu akan mendukung penuh serta siap memfasilitasi pelaksanaan program Sanitasi Berbasis Masyarakat dan TPS3R di Kotamobagu, dalam rangka peningkatakan penyehatan lingkungan berbasis masyarakat.

“SANIMAS atau Sanitasi Berbasis Masyarakat adalah program untuk menyediakan prasarana air limbah bagi masyarakat di daerah kumuh padat perkotaan. Pemerintah Kotamobagu telah berkomitmen untuk meningkatkan sumber daya dalam mendukung replikasi dan scaling-up pendekatan fasilitas sanitasi berbasis masyarakat  secara nasional melalui program SANIMAS ini” Sambil menegaskan jika Tatong Bara dukung SANIMAS

Lebih lanjut dikatakannya, kerjasama antara Pemerintah Kota Kotamobagu dengan pihak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia tersebut, merupakan salah satu upaya dari pemerintah Kota Kotamobagu untuk mendukung target Ditjen Cipta Karya melalui program 100 – 0 – 100 atau seratus persen akses air minum, nol persen kawasan permukiman kumuh, dan seratus persen akses sanitasi layak.

“Sejak tahun 2010, pembangunan fasilitas sanimas ini didukung penuh oleh Dana Alokasi Khusus bidang Sanitasi yang sudah terpisah dengan DAK bidang Air Minum. Selain didukung pula oleh pendanaan APBN Direkotrat Jenderal Cipta Karya – Kementerian PU, pemerintah pusat juga mendorong pembangunan fasilitas sanimas melalui dukungan dana luar negeri dan dana APBD melalui berbagai kerangka program. Konsep tersebut menggunakan prinsip-prinsip pembangunan air minum dan penyehatan lingkungan berbasis-masyarakat seperti: pilihan yang diinformasikan sebagai dasar dalam pendekatan tanggap kebutuhan, air merupakan benda social dan ekonomi, pembangunan berwawasan lingkungan, peran aktif masyarakat, serta penerapan prinsip pemulihan biaya. Dalam pembangunan fasilitas Sanimas, digunakan konsep pemberdayaan masyarakat untuk menjadikan masyarakat aktor utama dalam proses perencanaan, pembangunan, operasional dan pemeliharaan fasilitas sanitasi komunal, dengan tujuan agar fasilitas yang terbangun dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan” Tambah Tatong Bara

Pembangunan fasilitas SANIMAS merupakan komponen utama dalam mencapai target Nasional bidang sanitasi, yaitu menyediakan akses terhadap layanan pengelolaan air limbah terpusat skala komunal untuk  penduduk Indonesia dan terlebih khusus, bagi Kotamobagu sendiri demi mencapai  program Lipu’ Modarit Lipu’ Mosehat.

“Program Sanitasi Berbasis Masyarakat ini, juga sangat sejalan dengan program Lipu’ Modarit Lipu’ Mosehat, yang saat ini sedang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Kotamobagu, dalam rangka untuk mewujudkan Kota Kotamobagu sebagai Kota yang Bersih, Nyaman dan Sehat,” pungkas Walikota.

Kegiatan Penandatangan kerjasama antara pihak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten / Kota se – Indonesia tersebut, dilaksanakan pada kegiatan Sosialisasi Sanitasi Berbasis Masyarakat, yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Cipta Karya, di Hotel Clarion Makassar. dan akan berlangsung hingga 2 Juni Mendatang (*/Octav)

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

Kasus Dugaan Pelanggaran UU ITE Berlanjut, Polres Bolmong Surati AH

Kepastian dipanggilnya pemilik akun  Awie Hassan yaitu dengan terbitnya surat panggilan nomor : S.pgl /203/IV/2018/Reskrim, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *