HEADLINE
Respon Kasus Abak, Deputi Perlindungan Anak RI Segera Turun ke Bolmong

Respon Kasus Abak, Deputi Perlindungan Anak RI Segera Turun ke Bolmong

BMRPost,BOLMONG-Kasus kekerasan terhadap anak belakangan ini menjadi sorotan publik. Salah satunya adalah kasus pelecehan seksual dan tindak asusila yang menimpa SK (17) warga desa Abak kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang  Mongondow (Bolmong), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) .Gadis ini sudah ditiduri oleh Ayah TK (44) dan kedua pamannya  sendiri  HK (39) dan JK (36) sejak masih berusia 12 Tahun . (Baca : https://www.bmrpost.com/2016/06/warga-abak-ditiduri-ayah-dan-paman-sendiri/Respon Kasus Abak, Deputi Perlindungan Anak RI Segera Turun ke Bolmong

Kejadian yang terjadi di Bolaang Mongondow ini membuat Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian PP-PA Pribudiarta Nur Sitepu Geram. Saat dihubungi BMRPost.com via telepon, terkait tindak lanjut peristiwa yang menimpa SK tersebut, Pribudiarta mengaku sudah mendengar Informasinya dari bagian Pelayanan. Respon Kasus Abak, Deputi Perlindungan Anak RI Segera Turun ke Bolmong

“Iya Ibu Felisia dari bagian Humas sudah melaporkan kebagian Pelayanan, nanti dari Unit Layanan akan segera menindak lanjuti dan menginvestigasi bersama Satgas yang ada di Sulawesi Utara” Tegas Pribudiarta melalui BMRPost.com (21/06)

Dirinya juga menambahkan jika Proses hukum harus berjalan dengan secepatnya. Dalam kasus pelecehan seksual atau pencabulan atas anak tidak ada istilah mau sama mau.

“Proses Hukum harus jalan. Akan ada yang segera kesana. kami akan segera melakukan gerakan untuk memberatas perilaku dan tindakan kekerasan terhadap anak. Dalam suatu hubungan seksual yang melibatkan anak, tidak dikenal adanya istilah mau sama mau, Hubungan seksual dengan anak adalah kejahatan,”” Tambah Pribudiarta

Dijelaskan juga, Didalam UU Nomor 23 Tahun 2002 jelas disebutkan kalau ada anak yang mengalami tipu muslihat, serangkaian kebohongan, dan dibujuk melakukan persetebuhan dengan seseorang atau orang lain maka dikenakan pasal 81 UU PA.Pelaku kekerasan seksual terhadap anak diancam dengan sanksi hukuman pidana Maksimal 15 tahun serta denda sebesar Rp 5 miliar.

“Kita sudah punya Undang-Undang Perlindungan Anak yang bahkan direvisi dari UU No 23 Tahun 2002 menjadi UU No 35 Tahun 2014. Kita sudah punya juga Undang-Undang Trafficking. Itu mengatur mengenai kasus-kasus kekerasan terhadap anak yang terkait pemindahan atau trafficking”Pungkasnya

Diketahui sebelumnya, SK mengalami trauma berat setelah mendapat perlakuan tidak manusiawi yang dilakukan oleh Ayah dan pamannya sendiri. Setelah hal tersebut diketahui oleh neneknya. Perbuatan Ayah dan Pamannya tersebut segera dilaporkan ke Pihak Kepolisian. Ayah dan Salah satu pamannya berhasil diamankan. Namun yang satunya masih dalam pengejaran pihak kepolisian karena melarikan diri.

(Octav)

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

Rusdi Gumalangit Sebut Cherish Harriette Layak Wakili Generasi Muda di Pusat

BMRPost,BOLTIM – Minggu, (14/10) Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Rusdi Gumalangit manghadiri penutupan Grass …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *