HEADLINE
PT. Sulenco Bohusami Cement Terancam Angkat Kaki

PT. Sulenco Bohusami Cement Terancam Angkat Kaki

BMRPost,BOLMONG-Aneh tapi inilah kenyataannya,Suriaty Bilulu salah seorang ahli waris pemilik lahan yang berada di area Sulenco Bohusami Cement diduga dilarang oleh oknum anggota TNI untuk datang melihat lahannya atas perintah dari orang perusahaan.PT. Sulenco Bohusami Cement Terancam Angkat Kaki

Hal inipun mengundang reaksi berulang oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) SNAK MARKUS.PT. Sulenco Bohusami Cement Terancam Angkat Kaki

“Mereka dengan  sesuka hati mengkapling bahwa tanah yg ada adalah milik perusahaan padahal keluarga Bilulu mempunyai dokumen yg lengkap mengenai hak keperdataan mereka menyangkut tanah ini.” Ujar Juru Bicara LSM tersebut lewat Akun Facebook resmi mereka

LSM ini juga mengecam tindakan yang dianggap sudah membuat warga pribumi menjadi orang asing ditanah sendiri

“Sepertinya kini orang Mongondow harus menjadi asing dan pendatang di tanah mereka sendiri sehingga untuk datang ke tanah mereka sendiri harus melapor kepada investor.
Lantas di mana hak yang telah di perjuangkan oleh para pejuang kita dulu kalau kemudian hari ini ternyata masih terjajah oleh bangsa lain dalam hal ini investor cina “ tambahnya

Selain itu juga mereka menduga ada tindakan melanggar hukum yang dilakukan oleh oknum perusahan. Dan mereka menganggap jika perusahan seperti mengaja perang

“Baliho LSM SNAK MARKUS dalam rangka mengadvokasi pemilik lahan di areal Sulenco Bohusami Cement di rusak oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab , dan terindikasi oleh orang yang berada di lingkup perusahaan. Kami ingatkan kepada mereka bahwa perang mereka yang awali dan ini tidak berhenti sampai disini” Tegas LSM SNAK MARKUS memalui Djainal Mooduto,SH jumat (03/06)

Baliho yang di rusak
Baliho yang di rusak

Selanjutnya LSM SNAK MARKUS akan melakukan rapat koordinasi dengan korwil untuk langkah proses hukum atas perusakan Baliho LSM. meraka berupaya agar PT. Sulenco Bohusami Cement angkat kaki dari Bolaang Mongondow

Diketahui lahan milik keluarga Bilulu dengan luas lahan sawah 20.300 m2 dan ladang 15.000 m2 dengan nomor register : 520 / KI-I / 94 diduga dirusak oleh Perusahaan semen sulenco , dan kini para pemilik lahan malah di laporkan ke polres dengan tuduhan penyerobotan padahal pihak perusahaan telah melaporkan di pengadilan dengan kasus perdata dan dalam masa mediasi.

(Octav)

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

Bawa Sabu, Ole Terciduk di Lolak, Begini Kronologinya

BMRPost,BOLMONG-Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bolmong, menggelar pres release terkait penangkapan pengedar narkoba di jalur Trans Sulawesi, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *