HEADLINE
Pasar Senggol Milik Siapa

Pasar Senggol Milik Siapa ?

Kenapa dinamakan pasar senggol ?, pengunjung ditempat tersebut begitu padat dan ramai sehingga sering bersenggol-senggolan. Secara Yudiris dan juga tradisi tahunan, pasar murah yang akrab disebut pasar senggol, selama 22 Tahun terus diadakan dikelurahan Gogagoman Kecamatan Kotamobagu Barat. Namun pada tahun 2016 ini Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu berencana mengambil alih kegiatan yang sering diadakan setiap menjelang hari raya idul Fitri tersebut. Pasar Senggol Milik Siapa ?

Pasar Senggol yang biasanya berlokasi di Jalan Kartini tersebut memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang ada di Bolaang Mongondow Raya dan sekitarnya. Bahkan warga Minahasa Selatan (Modoinding dan Tompaso Baru) sudah sangat akrab dengan kehadiran pasar senggol tersebut. Pasar Senggol Milik Siapa ?

Bicara dari sisi keamanan saja, selama puluhan tahun Pasar senggol (PS) yang dikelola oleh pemuda Gogagoman, mulai dari penyediaan lapak, hingga tempat parkir dan penataan jalur serta penempatan lokasi berjalan dengan sangat lancar dan kondusif. Bahkan para pedagang yang datang dari berbagai pelosokpun sudah sangat akrab dengan para pemuda Gogagoman.

Tidak hanya dari Propinsi Sulawesi Utara, pedagang dari Gorontalo, Palu Makassar hingga dari Ternate dan Pulau Jawa sudah sangat kenal dengan PS di kelurahan Gogagoman ini. Memang disetiap kegiatan yang melibatkan uang pasti akan menimbulkan pro dan kontra dari berbagai orang yang berkepentingan. Mungkin, itu yang membuat Pemkot Kotamobagu juga ingin merasakan nikmatnya uang yang dihasilkan dari PS yang seharusnya menjadi milik pemuda dan warga Gogagoman.

Dari sisi ekonomi, masyarakat Gogagoman sangat diuntungkan dengan menjual jajanan dan lain sebagainya. Bukan hanya warga Gogagoman saja, bahkan dari luar Gogagoman pun turut menikmati dan merasakan untung dari adanya PS tersebut.

Belakangan keberadaan PS yang rencananya akan di ambil alih sering diperbincangkan oleh kalangan pemuda Gogagoman dan masyarakat pada umumnya, mulai dari warung pinggiran, hingga ke rumah-rumah kopi yang ada.

Namun rata-rata dari pembicaraan yang timbul tersebut menginginkan agar pemerintah tidak mengambil alih pengolahan PS tersebut. Karena menurut mereka itu sudah sepatutnya menjadi hak dari warga Gogagoman. Alasannya karena sudah sekian lama warga Gogagoman mempromosikan Kelurahan mereka lewat keberadaan PS. Dan hal itu terjaga dengan baik hingga saat ini. Para pedagang dan pembeli serta panitia yang ada tidak bisa dipungkiri sudah terlihat menyatu selama 22 Tahun keberadaan PS.

Jika terjadi pengalihan maka sama saja pemerintahan Tatong Bara akan dicap kurang bijak, otoriter dan merampas porsi yang seharusnya bukan merupakan milik Pemkot. PS telah ada semenjak Bolaang Mongondow belum dimekarkan. Jangan sampai terjadi konflik hanya dikarena keegoisan monopoli dari Pemerintah, dan merugikan banyak pihak demi meraup keuntungan yang tidak kekal. Jangan sampai juga senggol-senggolan terjadi antara pemerintah dan warga Gogagoman, apalagi hingga menimbulkan korban.

Penulis : Octav Singal

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

Kasus Dugaan Pelanggaran UU ITE Berlanjut, Polres Bolmong Surati AH

Kepastian dipanggilnya pemilik akun  Awie Hassan yaitu dengan terbitnya surat panggilan nomor : S.pgl /203/IV/2018/Reskrim, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *