HEADLINE
Mediasi Kisruh Pasar Senggol, DPRD Keluarkan Saran

Mediasi Kisruh Pasar Senggol, DPRD Keluarkan Saran

BMRPost,KOTAMOBAGU-Tidak kunjung selesainya polemik perebutan untuk menjadi pengelolah tradisi Tahunan Pasar senggol atau Bazar Ramadan pada tahun 2016, antara masyarakat Gogagoman dan Pemerintah Kotamobagu (Pemkot) dengan ketua panitia Herman Aray, membuat DPRD Kotamobagu harus memberikan saran sebagai upaya menetralisir keadaan yang semakin memanas. Mediasi Kisruh Pasar Senggol, DPRD Keluarkan Saran 

Jumat siang (24/06) DPRD,Pemkot dan Masyarakat Gogagoman melaksanakan dialog terkait pelaksanaan Pasar senggol. Namun sejak dimulai dari pukul 13 : 00 hingga discore menjelang magrib tidak terjadi titiktemu antara keduabelah pihak hingga dilanjutkan usai shalat Tarawih. Mediasi Kisruh Pasar Senggol, DPRD Keluarkan Saran 

Atas dasar tersebut, DPRD kemudian membrikan beberapa saran untuk menunggu keputusan pada Sabtu (25/06).

Dalam sarannya, DPRD menyampaikan Empat poin untuk dapat dipertimbangkan pemkot dan masyarakat Gogagoman.

Berikut 4 Poin pengajuan saran/input dari DPRD Kotamobagu :

  1. Diberikan kesempatan kepada Pemerintah kotamobagu dan warga yang hadir pada mediasi, untuk  mencari jalan keluar, dengan mempertimbangkan. a. Pemerintah Kotamobagu sebagai penanggungjawab  wilayah kota dan masyarakat mempunyai kewajiban memperhatikan kondisi sosio ekonomi masyarakat dalam pengelolaan pasar senggol atau bazar ramadan, b. Bahwa pasar senggol di Gogagoman sejak berlangsung pada sekitar tahun 1986, hingga saat ini, diorentasikan mendukung terselenggaranya fasilitas umum masyarakat Gogagoman berupa Masjid, lapangan mihrab dan sebagainya, c. Selanjutnya kebijakan pemerintah untuk mengelolah pendampingan pasar senggol perlu diperhatikan dalam kerangka dan semangat aturan perundang-undangan yang berlaku, dan d. memperhatikan kondisi kearifan lokal ekonomi lokal pemuda Gogagoman, untuk itu dapat berpartisipasi dalam penyelengaraan pasar senggol secara bertanggungjawab.
  2. Saran ini agar dalam waktu singkat dapat ditindaklanjuti pemkot, pihak lainnya dan warga.
  3. Selama dalam proses ini, pemerintah dan masyarakat wajib menjaga stabilitas keamanan, apalagi bulan ramadan sedang berlangsung.
  4. Diwaktu yang akan datang pemerintah Kotamobagu mempunyai kewajiban untuk membuat format penyelenggaraan yang lebih baik dalam pengelolahan pasar senggol, untuk kepentingan seutuhnya pemerintah dan warga masyarakat umumnya.

Pengajuan saran yang dibacakan oleh anggota Fraksi Golkar, Fachrian Mokodompit turuk didengar oleh Wakapolres Bolaang Mongondow, Kapolsek Kotamobagu, Kabag Ops Polres Bolmong, Ketua DPRD dan anggota Komisi II serta Asisten II Pemkot Kotamobagu, Budiman Mokoginta dan Warga peserta mediasi,

Selanjutnya Pemuda Gogaoman yang diwakili Sofian BD juga menyampaikan saran berupa pembagian lokasi yang belum terisi.

“Kami mengusulkan agar jalan Bolian dan Bumbungon dapat dipertimbangkan , karena itu tidak dipakai pemkot, jika usul bisa diterima, dari pihak pemuda Gogagoman akan menyelenggarakan ditempat tersebut, tanpa mengganggu Bazar ramadan pemerintah Kotamobagu” Usul Sofian

Sebelumnya Tokoh pemuda Gogagoman, Abdul Rifai Mokodompit juga menegaskan jika sebenarnya penyelenggara pasar senggol dari tahun ke tahun ada ditangan warga Gogagoman.

“Ini diselenggarakan sudah dari tahun ke tahun oleh warga (Gogagoman) dan berlangsung aman, makanya kami juga selaku warga berharap ratusan pemuda Gogagoman agar dilibatkan dalam kegiatan ini” Ujar Abdul Rifai, sembari menegaskan, jika Pemkot seharusnnya menggelar Bazar Ramadan ditempat lain, demi menjaga stabilitas.

Dari hasil pantauan juga, Herman Aray selaku ketua panitia tidak hadir dalam pertemuan tersebut, dengan alasan melindungi diri dari situasi yang tidak diinginkan.

Sebelumnya dari informasi yang berhasil dihimpun, Pemerintah Kotamobagu telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) jika pemkot tetap akan menggelar kegiatan tersebut. Namun dalam rapat tersebut, pihak pemkot tidak melibatkan anggota DPRD dan pemuda Gogagoman.

(Octav)

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

Kasus Dugaan Pelanggaran UU ITE Berlanjut, Polres Bolmong Surati AH

Kepastian dipanggilnya pemilik akun  Awie Hassan yaitu dengan terbitnya surat panggilan nomor : S.pgl /203/IV/2018/Reskrim, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *