HEADLINE
Korban Bencana Sangihe Bertambah, Kerugian Capai 57 M

Korban Bencana Sangihe Bertambah, Kerugian Capai 57 M

BMRPost,SANGIHE-Korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut) bertambah menjadi 5 orang. Sedangkan kerusakan rumah dan infrastruktur mencapai Rp57 miliar. Di mana kerusakan meliputi 44 unit rumah rusak berat, 116 unit rumah rusak sedang, dan 49 unit rumah rusak ringan. Korban Bencana Sangihe Bertambah, Kerugian Capai  57 M

Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana merinci, satu orang korban meninggal dunia di Sawang Bendar, Kota Tahuna, dua orang di Kecamatan Tahuna, satu orang di Kecamatan Tahuna Timur, dan satu di tempat lain. Korban Bencana Sangihe Bertambah, Kerugian Capai  57 M

“Sudah dua orang yang dimakamkan, dua orang lagi masih tertimbun tanah. Sampai saat ini masih dilakukan pencarian terhadap korban lainnya,” tegas dia, Rabu (22/6/2016).

Kerusakan infrastruktur meliputi rusaknya dasar jembatan dua unit dan jalan sepanjang 1 km sehingga mengakibatkan lima kampung dan tiga kecamatan terisolir.

Sarana pendidikan dan fasilitas umum yang rusak tujuh unit dan kerusakan perkebunan dan pertanian lebih kurang 10 hektare.

Sedangkan  sebanyak 610 jiwa harus mengungs dani ditampung di dua lokasi, Gereja Imanuel dan SD Kolangan Beha. Pendataanpun dampak bencana masih dilakukan.

Sementara itu menurut kepala Bagian Data BNPB, Sutopo, Sejak Rabu 22 Juni 2016 untuk mendampingi Penanggulangan bencana daerah, BNPB telah menerjunkan bantuan.

“BNPB menyerahkan bantuan dana siap pakai untuk operasional penanganan darurat Rp350 juta yang diterima Bupati Kepulauan Sangihe,” kata Sutopo dalam pernyataan tertulis yang dikirimkan, Kamis (23/6/2016).

TRC BNPB juga melakukan kaji cepat dan bantuan siap saji serta peninjauan lokasi pengungsian dan daerah terdampak bencana.

Disisi lain BPBD Provinsi Sulawesi Utara telah menyalurkan bantuan logistik dan peralatan. BPBD Kepulauan Sangihe bersama TNI, Polri, SAR, SKPD, dan lainnya melakukan penanganan pengungsi, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi dan warga yang terdampak, dan pembukaan akses jalan.

“Kebutuhan mendesak saat ini adalah kebutuhan dasar pengungsi, dapur umum, air bersih, wc darurat, manajemen pengungsian, pengalian longsoran yang menimbun korban jiwa, pembukaan akses jalan, normalisasi alur sungai, perbaikan sarana air bersih dan perbaikan jaringan listrik,” tandasnya.

(Octav)

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

Rusdi Gumalangit Sebut Cherish Harriette Layak Wakili Generasi Muda di Pusat

BMRPost,BOLTIM – Minggu, (14/10) Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Rusdi Gumalangit manghadiri penutupan Grass …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *