HEADLINE
dr Sitti dimutasi,Netizen Minta KPK Turun Tangan

dr Sitti dimutasi,Netizen Minta KPK Turun Tangan

BMRPost,KOTAMOBAGU-Seorang Dokter Ahli Kebidanan dari Rumah Sakit Umum Daerah Kotamobagu di Pobundayan terinformasi telah dimutasi menjadi staf di Puskesmas Gogagoman pada beberapa hari kemarin. Beredar isu jika pemutasian tersebut diduga karena dokter  Sitti N Korompot SpOG-K mempertanyakan Realisasi Dana BPJS untuk tenaga medis di RSUD  Kotamobagu. dr Sitti dimutasi,Netizen Minta KPK Turun Tangan 

Hal tersebut mengundang reaksi dan tanggapan dari para Netizen yang ada di Tanah air. Mulai dari yang berprofesi sesama dokter ahli, pekerja swasta hingga petinggi Universitas ternama. dr Sitti dimutasi,Netizen Minta KPK Turun Tangan

Salah satunya Galuh Nia Khairani Alipandi yang merupakan dokter Fungsional lulusan Uneversitas Yarsi.

“Saya mempertanyakan direktur nya..janganlah hal sepele seperti ini seenaknya memindahkan seorang dokter ahli. anda dimanajemen adalah untuk bekerjasama dan mengayomi. Mereka para ahli adalah ujung tombak pelayanan.jangan lupakan itu” Ujarnya Jumat (17/06) dalam Komentar berita (baca : https://www.bmrpost.com/2016/06/diduga-pertanyakan-dana-bpjs-dr-sitti-dimutasi/ )

Dikolom yang berbeda, sikap priharin juga ditunjukkan oleh Netizen bernama Edison Pnl Tobing.

“Apakah kasusnya mirip dgn kasus yang di jawa Barat?..sampai-sampai bupatinya ditangkap KPK ?.  BPJS ‘duitnya’ banyak sekali serta mudah diotak atik untuk masuk ke kantong para pejabat di dinas kesehatan. ayo KPK sudah ada info segera ditindak lanjutkan….heemmm….” Tantangnya

Tidak berhenti sampai disitu, Mariya Mubarika Almuni Fakutas Kedoktera Universitas Gajah Mada (UGM) juga sependapat dengan belasan Netizen yang lain.

“Emang gampang dapat SpOG.?!! Dana BPJS masuk ke Pemda harus di audit. Itu dana asuransi rakyat bukan hanya duit Pemerintah saja” ujarnya

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKDD) Kotamobagu saat dimintai penjelasan terkait dimutasinya dr Sitti N Korompot Sp.OG menjelaskan jika semuanya dikarenakan keseimbangan pelayanan.

“Konsep pelayanan tidak melihat tempa.Antara Puskesmas (PKM) dan Rumah Sakit  sama. Tempat masyarakat untuk mendapatkan pelayanan. Mobilitas diatur oleh Diskes bisa stay di PKM juga bisa tindakan di Rumah Sakit. Kotamobagu memiliki dinamika khas kita tidak mendikotomi. Intinya adalah bagaimana menjadikan setiap sentra pelayanan kesehatan bisa maksimal dan efektif untuk pelayanan” Terang Adnan Massinae

Dirinya juga menepis isu adanya keterkaitan dengan tindakan dari dr Sitti yang mempertanyakan Dana BPJS di RSUD Kotamobagu.

“Saya tidak terlalu suka isu yang tidak ada konkritnya. Kita ingin bekerja melayani bukan berpolemik pada informasi yg tdk jelas” Pungkas Adnan

Sebelumnya Sekretaris Komisi III DPRD Kotamobagu juga mempertanyakan hal serupa.

“Pada pembahasan Anggaran tahun 2016, Dinas Kesehatan mengeluh, bahwa mereka kekurangan Ahli Medis kususnya dokter spesialis di RSUD UPTD Kotamobagu, di satu sisi, saat ini mereka melakukan mutasi dokter ahli ke Puskesmas, artinya  patut di pertanyakan ada apa sebenarnyadengan Direktur RSUD UPTD Pobundayan ? Kami akan segera memanggil mereka untuk penyelesaian sekaligus alasan mutasi,” ujar Herry Frangky Coloay langsung kepada awak media kamis siang (16/06) di ruang kerjanya.

(Octav)

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

Kasus Dugaan Pelanggaran UU ITE Berlanjut, Polres Bolmong Surati AH

Kepastian dipanggilnya pemilik akun  Awie Hassan yaitu dengan terbitnya surat panggilan nomor : S.pgl /203/IV/2018/Reskrim, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *