HEADLINE
Abdi Karya Tidak Larang Karyawan Berjilbab (Nampak salah satu MD yang menggunakan Jilbab di Abdi Karya)

Abdi Karya Tidak Larang Karyawan Berjilbab

BMRPost,KOTAMOBAGU-Adanya Isu yang diberitakan salah satu media lokal BMR, yang menuding jika di supermarket Abdi Karya Kotamobagu tidak menerima pekerja yang menggunakan Hijab dibantah keras oleh pengelola Supermarket tersebut. Abdi Karya Tidak Larang Karyawan Berjilbab

Hal ini sebagaimana diterangkan oleh salah satu Pimpinan Supermarket tersebut kepada BmrPost.com, Senin (20/06) . Abdi Karya Tidak Larang Karyawan Berjilbab

“Itu informasi mengada-ngada. Perusahan kami menerima siapa saja yang ingin dan mampu bekerja. Tidak terkecuali yang menggunakan Jilbab” Ujar ko Fanny, salah satu pimpinan Abdi Karya

Dirinya juga mengatakan jika saat ini kayawan diperusahannya tersebut di Dominasi oleh yang beragama Muslim.

“Mayoritas Karyawan diperusahan kami beragama Muslim. Silakan dicek kebenarannya. Itu tandanya kami tidak pilih kasih dan melarang karyawan menggunakan Jilbab” Tambah Fanny

Pengusaha  muda sukses ini juga menerangkan jika di supermarket Abdi karya, mereka malahan menyediakan mushola bagi karyawan yang beragama Muslim.

“Jangan sengaja merusak dan memprovokasi keadaan dengan cara seperti itu. Itu berbahaya. Sama seperti pencemaran nama baik, sekaligus memprovokasi. Mana mungkin kami melarang hak umat beragama. Musholapun kami sediakan didalam supermarket” jelasnya

Selain itu juga Fanny menegaskan jika dalam menjalani Ibadah puasa, karyawannya diberi toleransi dari pihak perusahan untuk menjalankan hak dan kewajibannya selaku umat muslim.

“Yang berpuasa kami persilahkan. Itu hak dan kewajiban mereka. Di Supermarket kami juga ada yang mengenakan Jilbab. Posisinya di MD.”  Tegasnya

Sementara itu bagian HRD Abdi Karya, Yulin dan Ros menjelaskan jika memang benar beberapa saat lalu mereka menerima lamaran dari seorang wanita yang menggunakan Jilbab dan diantar oleh kerabatnya .

“Saat melakukan interview terhadap pelamar, memang kami menanyakan apa tidak gerah jika menggunakan jilbab saat bekerja ?, karena kemungkinan saja kalau nanti diterima posisinya dipergudangan atau bisa saja di belakang kasir, yang aktivitasnya selalu bergerak. Apalagi posisi saat ini pembeli sedang ramai” Jelas Yulin yang dibenarkan juga oleh Ros

Pihak Perusahan Supermarket Abdi Karya Kotamobagu juga mengaku jika selama ini mereka tetap mengikuti mekanime UU ketenagakerjaan bagi karyawan yang ada di perusahan mereka, sejak perusahan itu berdiri. Karena menurut mereka, karyawan merupakan ujung tombak dalam menjalankan usaha mereka.

(Octav)

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

HANI 2018, BNN Bolmong Akan Gelar Jalan Sehat dan Bakti Sosial

BMRPost,KOTAMOBAGU-Sebagai penghargaan akan prestasi dan sekaligus memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) tahun 2018, Badan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *