HEADLINE

Wah, Terkuak !! Ini Kronologi Lengkap Kasus dugaan Pemerkosaan terhadap V

BMRPOst,SULUT-Kasus dugaan Pemerkosaan dan pengeroyokan  terhadap V (19) warga manado akhirnya menemui titik terang. Hal ini setelah dilakukan penyelidikan dari unsur-unsur pidana pemerkosaan sebagaimana fakta dan alat bukti dalam keterangan saksi,keterangan korban serta hasil visum yang ada.

Direskrimum Polda Sulut Kombes Pol Pitra Ratulangi menjelaskan hasil penyelidikan kasus tersebut.

“Kasus ini dilaporkan ke Polresta Manado pada tanggal 30 Januari 2016 dengan LP Nomor. 232/2016/Sulut Resta Manado dengan pelapor Ibu dari V, yaitu Rina Supit. Status  terlapor Nihil. Dilimpahkan ke Polda Sulut pada 23 Februari 2016 dengan alasan Lopus Delicty diluar Wilayah Hukum Polresta Manado” Terang Pitra

Pitra juga menambahkan jika sejak tanggal 23 Februari 2016 Pihaknya langsung melakukan Penyidikan melalui Unit PPA. Dam memeriksa 7 Saksi diluar korban dan orang tuanya.

“Awalnya dilakakan pemeriksaan saksi-saksi, pertama adalah MBK alias Mey (18). Mey yang menjemput V di Swissbell Hotel Manado. Selanjutnya mengarah kepada RL alias Octa (18) yang merupakan teman Kost Korban, DM alias Dec (61) penjaga Kost Korban, YEP Alias Yun yang berangkat bersama Korban ke Gorontalo, Aura (18) teman Kost Korban dan Sarah yang merupakan Mami dari Pub B’One, tempat V bekerja serta saksi ahli dr Kristina Sanger” Jelas Pitra

Dari keterangan Saksi ahli sendiri, Sebelumnya saat dilakukan Visum ada beberapa petunjuk yang ditemukan.

“Dari hasil Visum, pada tanggal 30 Januari 2016 didapati ada tanda kekerasan berupa luka memar dilengan kiri dan kanan, luka sobek pada (maaf) kemaluan korban namun luka tersebut diperkirakan sudah ada sebelum korban dibawah ke Gorontalo dan tidak terlihat jika korban V mengalami unsure pemerkosaan” Tegas Pitra

Selanjutnya Pitra menjelaskan Kronologinya :

“Mey mengajak V (korban) ke Gorontalo karena hendak bertemu temannya hal tersebut karena V sering meminta Mey mengajak dirinya dengan alasan ingin bertemu teman dekat prianya yang bernama Ko Adi. Selanjutnya V juga mengajak Yun, dan sehari sebelumnya Yun menginap di Kost milik V yang ada di Sario Manado. Pada tanggal 24 Januari pukul 11 Malam, Mey menjemput V dan Yun di Pub B’One dengan menggunakan Mobil Rental. Menurut keterangan beberapa saksi, V merupakan Ladyes (Pelayan Pub) di B’One Swissbell Hotel dengan nama samara di B’One sebagai “Laras” dan sudah bekerja selama 6 Bulan di Pub tersebut. Selanjutnya mereka menuju Gorontalo, dan mampir sebentar di Amurang Minsel untuk meletakan barang milik Mey. Tiba di Gorontalo pada tanggal 25 Januari dan dijemput oleh dua sahabat Mey (E dan G)  di Hotel Misfalah. V sempat membeli pembalut di warung depan Hotel. Saat kembali kekamar hotel, didalamnya sudah ada alat hisap sabu. Selang beberapa waktu, empat orang pria (A, I, O dan W) datang. Lalu mereka melakukan pesta Sabu bersama. Aktifitas mereka di Gorontalo, berpesta pora. Makan, ke tempat Karaoke dan berpesta narkoba selama 4 hari. (25-30 Januari 2016) bersama A,I,O dan W. ke empat pria tersebut diduga sebagai penyedia Narkoba yang mereka konsumsi” jelasnya

Sementara itu “Tidak puas dengan Sabu, V meminta narkoba jenis Inex kepada salah seorang dari epat pria tersebut dan satu butir langsung ditelan. Selang beberapa saat V mulai hilang kontrol karena sudah mengonsumsi Sabu sebelumnya. Saat beada di hotel cekcok hingga perkelahian dan saling tampar tidak terhindari karena V sudah kehilangan kontrol. Merekapun berpindah ke hotel Amaris. 29 Januari 2016, Saat di hotel Amaris, V dan Yun hanya berdiam diri dikamar hotel. Sementara Mey keluar bersama kenalan prianya. Yun sempat kelabakan, karena V sempat ingin melompat dari jendela kamar hotel, serta melakukan hal-hal aneh lainnya. Yun akhirnya menjadi ketakutan dan segera menghubungi Mey.Saat Mey sudah berada di hotel, Mereka memutuskan untuk segera kembali ke Manado, karena situasi V sudah diluar batas dan tidak bisa dikendalikan lagi” Tambahnya lagi

“Dalam perjalanan ke Manado, V semakin menjadi jadi  dan tidak terkontrol. Yun dan V saling tampar dan jambak rambut didalam mobil karena Vani sudah sangat resek apalagi dalam kondisi mens (datang bulan). Mey dan Yun mengingatkan V untuk menggunakan celana dalam dan pembalut namun V malah marah dan tidak mengindahkan. V pun dipaksa agar berpindah ke angkutan umum dengan posisi tidak menggunakan pakaian dalam dan berlumuran darah Haid. dicelana panjangnya yang berwarna putih” Jelas Pitra

“Saat tiba di Manado V langsung diantar ke tempat kostnya di Jln siswa Sario Kotabaru Manado dan diterima oleh Dek (penjaga kost),Menurut  Dek serta teman kost V Octa dan Aura, saat itu Vani kelihatan masih daalm kondisi mabuk karena diduga pengaruh narkoba. V selanjutnya meminta pembalut, dan menceritakan bahwa dirinya dipukul” Pungkas Ratulangi

(Octav)

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

Heboh !! Warga Temukan Janin Bayi di Bukit Ilongkow

BMRPost,KOTAMOBAGU-Warga Kotamobagu, Sabtu (28/04) dibuat heboh dengan penemuan janin bayi di Bukit Ilongkow Kelurahan Kotobangon, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *