HEADLINE

Terdakwa Akbar, Tampaknya Bakal Dijerat 2/3 Dari Hukuman Maksimal

Berdasarkan Dengan Undang-Undang Peradilan Anak

BMRPost,KOTAMOBAGU– Masi ingatkah kasus pembunuhan yang terjadi di berbatasan Desa Bilalang III dan IV, Bolaang Mongondow (Bolmong), pada 14 April lalu. Tersangka AP (16) alias Akbar, tampaknya bakal mendapat hukuman 2/3 dari hukuman maksimal yang akan dijarat Jaksa Penuntut Umum (Jpu).

Hal tersebut diutarakan oleh Humas Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu, ketika Media Online BMRpost menyambanginya, yaitu Raja Bonar Wensi Siregar SH MH, Rabu (11/5) kemarin, sekira pukul 15.20 sore. Sebelum dirinya menerangkan terkait kasus anak dibawa umur tersebut, mulanya Raja, nama akrab Humas menyebutkan Hakim Tunggal yang menangani perkara Akbar.

“Hakim tunggalnya Ibu Hakim Noula MM Pangemanan SH M Hum,” sebut Raja. Menariknya, kasus remaja asal Desa Bilalang III itu, nampaknya bakal dipercepat oleh PN Kotamobagu. “Soalnya terdakwa merupakan anak dibawa umur, jadi sidangnya cepat,” terang Raja.

Usai itu, Humas yang menggantikan posisi Erick I Christoffel SH ini, menerangkan terkait ancaman hukuman Akbar. “Jadi kalau hukuman terdakwa, itu juga sesuai dengan undang-undang (UU RI nomor 11 tahun 2012, tentang sistem peradilan anak),” sebutnya.

Lantas, bila mana Akbar mendapat hukuman berdasarkan dengan Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), maka dari maksimal ancaman hukuman tersebut dibahagi 2/3, seperti contoh yang disampaikan Raja kepada BMRpost. “Contoh, kalau hukumannya 15 tahun, berarti 10 tahun, sebab itu dibagi dengan 2/3, dan berdasarkan pula dengan uu peradilan anak,” jelas Raja, sembari tersenyum, dan hendak ke ruang Hakim di Lantai II PN.

Sekedar diketahui, Akbar dibilang Terdakwa lantaran terlibat kasus pembunuhan, dimana pada April lalu, Akbar nekat membunuh lelali asal Bilalang IV, yaitu Entos Mokoginta. Korban yang berusia 19 tahun itu, dibunuh dengan menggunakan sebuah parang (Peda). Ironisnya, Akbar menghujani parang tersebut kepada korban di bagian kepala belakang hingga terbelah, bahkan kaki dan tangannya pun nyaris terpisah. Usai akbar ditebas, warga sekitar pun langsung membawa korban ke Rumah Sakit Datoe Binangkang, tapi sayang, sesampainya nyawa korban tak tertolong. (Yeyen/Octav)

 

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

Mohamad Paputungan Nakhodai NasDem Bolsel

BMRPost,BOLSEL-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) saat ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *