HEADLINE
Suasana pertemuan nasabah dengan pihak SMS Finance dengan Nasabah

SMS Finance Kotamobagu diduga ‘Kangkangi’ Peraturan Kapolri

BMRPost,KOTAMOBAGU– Kasus perampasan kendaraan yang dilakukan oknum Debt Collector External PT Sinar Mitra Sepadan cabang Kotamobagu atas nasabah Gaisy F Datunsolang berbuntut panjang. Pasalnya dari hasil konsultasi pihak nasabah, mereka mendapati hal ganjil dalam prosedur penarikan mobil milik Gaisy.

Saat bersua dengan BMRPost di Polsek Kota Kotamobagu (09/05), dirinya (Gaisy) memaparkan bentuk dugaan tidak mengindahkan hukum yang dilakukan oleh pihak SMS Finance tertuang dalam sebuah peraturan Kapolri.

“ Peraturan Kapolri No. 8 Tahun 2011 Tentang Pengamanan Eksekusi Jaminan Fidusia Bahwa eksekusi Jaminan Fidusia mempunyai kekuatan hukum mengikat yang sama dengan Putusan Pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap ,sehingga memerlukan pengamanan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia. Hal ini tidak pernah dilakukan lagi biasanya Pihak Finance menggunakan tangan-tangan “Debt Collector” untuk melakukan eksekusi, padahal perbuatan mereka tersebut bisa dikategorikan Perbuatan Melawan Hukum(PMH) sebagaimana disebutkan dalam pasal 1365 KUHPerdata dan konsumen pun dapat melakukan gugatan ganti rugi menurut pasal ini” Ujar Gaisy

Selain itu, Gaisy juga mengatakan jika yang dilakukan SMS Finance terhadap dirinya sudah kelewatan dan tidak ada etikat baik.

“Bahkan dalam Konsep Hukum Pidana, eksekusi objek jaminan fidusia yang dilakukan dibawah tangan masuk dalam Tindak Pidana apabila pihak Finance Melalui Tangan Debt Collector tersebut melakukan intimidasi,menakut-nakuti,serta melakukan pemaksaan dan ancaman perampasan , sebagaimana disebutkan dalam pasal 368 KUHPidana. Pasal ini menyebutkan : “Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain,secara melawan hukum memaksa seseorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk menyerahkan atau meberikan sesuatu barang ,yang sepenuhnya atau sebagian adalah milik orang itu atau orang lain,untuk supaya membuat hutang maupun menghapuskan piutang, diancam pidana paling lama sembilan bulan”. Ketentuan pasal 365 ayat dua, tiga, dan empat berlaku juga untuk kejahatan ini” tambah Gaisy

Ditempat yang sama Pimpinan SMS Finance Cabang Kotamobagu Hafid Rauf mengatakan surat dari pusat tidak menyetujui permohonan nasabah untuk biaya penarikan, dan mempersilakan pihak pelapor menyurat kembali. dan untuk Kontrak sudah sesusi Sertifikat Fidusia.

“Pihak Management sudah menyurat dan tidak menyetujii. Untuk Jumlah Kontrak yang saya tau sama dengan sertifikat Fidusia” Jelas Hafis

Sebelumnya Mobil milik gaisy di tarik secara paksa oleh pihak SMS Finance melalui Debt Kolektor tanpa pemberitahuan ke pihak Nasabah. selanjutnya nasabah keberatan dan melaporkan Pihak SMS Finance.

(penayangan berita akan berkelanjutan sesuai proses Hukum yang sedang dijalani kedua belah pihak)

(Octav)

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

Rusdi Gumalangit Sebut Cherish Harriette Layak Wakili Generasi Muda di Pusat

BMRPost,BOLTIM – Minggu, (14/10) Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Rusdi Gumalangit manghadiri penutupan Grass …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *