HEADLINE

Simulasi Head to Head, Ahok Ungguli Yusril

BMRPost-Teman Ahok telah sukses mengumpulkan syarat minimal dukungan warga untuk mengusung duet Basuki Tjahaja Purnama Heru Budi Hartono di Pilgub DKI lewat jalur independen. Lalu sekuat apa elektabilitas pasangan ini untuk saat ini?

Lembaga riset Populi Center melakukan survei seputar popularitas, akseptabilitas, dan elektabilitas sejumlah bakal cagub DKI. Data survei ini sedikit menggambarkan seperti apa kekuatan duet Ahok-Heru yang bakal menempuh jalur independen.

Survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan 400 responden, di 6 wilayah DKI Jakarta yaitu Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Kepulauan Seribu. Survei ini menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error ±4,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil survei ini dirilis melalui situs resmi populicenter.org pada Senin (25/4/2016).

Untuk tingkat popularitas, mayoritas persentase popularitas tokoh naik dibanding bulan Februari 2016. Sementara itu, popularitas Gubernur Ahok masih berada di posisi pertama. Sementara itu, untuk penilaian terhadap 14 tokoh, hanya Abraham Lunggana (Haji Lulung) dan Ahmad Dhani yang masuk dalam top five untuk popularitas namun memiliki penilaian negatif lebih banyak dibanding penilaian positif. Ini artinya Haji Lulung dan Ahmad Dhani populer karena penilaian negatifnya, sementara tokoh lain populer karena dinilai positif oleh masyarakat Jakarta

“Adapun nama baru seperti Dede Yusuf, Sjafrie Sjamsoeddin, Ganjar Pranowo, dan Heru Budi Hartono, meski nama-nama ini baru muncul di  survei bulan April namun penilaian positif dari masyarakat masuk dalam 15 besar,” demikian hasil survei tersebut.

Gubernur Ahok juga dinilai publik layak maju kembali di Pilgub DKI. Masyarakat Jakarta juga masih yakin bahwa Gubernur Ahok bisa membawa perubahan ke arah lebih baik untuk Jakarta. Kemudian untuk persetujuan maju jalur independen, data menunjukkan bahwa 49% masyarakat DKI menyatakan tidak mempermasalahkan jalur parpol dan jalur independen. Namun, secara spesifik, 59,2% masyarakat Jakarta menginginkan Ahok maju kembali menjadi calon Gubernur lewat jalur independen.

“Untuk tingkat elektabilitas top of mind. Temuan menarik dari survei ini adalah meski diterpa kontroversi dan skandal, namun elektabilitas Gubernur Ahok sedikit naik dibanding bulan Februari lalu, yaitu dari 49,5% menjadi 50,8%. Kenaikan Yusril Ihza Mahendra juga cukup signifikan dari 3% pada bulan Februari 2016 menjadi 5% pada bulan April 2016 dan berada di posisi kedua. Elektabilitas Ridwan Kamil pun turun drastis sebagai akibat dari pernyataannya bahwa dia tidak akan ikut Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang,” demikian hasil survei tersebut.

Nah yang menarik saat Ahok-Heru diadu head to head dengan Yusril Ihza Mahendra dan Sandiaga Uno, elektabilitasnya menurun dan elektabilitas Yusril dan Sandiaga Uno meningkat. Meski demikian, pemilih yang belum menentukan pilihan dan yang memilih untuk tidak menjawab, lebih besar dibanding bulan lalu. Ini berarti bahwa seiring bertambahnya pilihan bakal calon gubernur, maka masyarakat pun tidak cepat‐cepat menjatuhkan pilihan, namun masyarakat  juga ingin melihat seberapa kompeten bakal  calon gubernur yang lain.

“Untuk top of mind pasangan ideal, paling banyak masyarakat tidak tahu akan pasangan idaman mereka. Namun 11,8% masyarakat menilai pasangan ideal mereka adalah Ahok dan Heru dan angka ini menempati posisi pertama. Sementara itu, untuk posisi kedua, sebanyak 9,5% masyarakat menilai pasangan ideal adalah Ahok‐Djarot untuk maju sebagai gubernur dan wakil gubernur,” demikian bagian survei yang menguji kekuatan Ahok-Heru di Pilgub DKI. (Detik.com)

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

Rusdi Gumalangit Sebut Cherish Harriette Layak Wakili Generasi Muda di Pusat

BMRPost,BOLTIM – Minggu, (14/10) Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Rusdi Gumalangit manghadiri penutupan Grass …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *