HEADLINE
Tempat duduk Siswa yang sudah meninggal

Serem !! di Kotamobagu Siswa sudah Wafat Ikut Ujian Nasional

BMRPost-Ujian Nasional tingkat SLTP sudah berakhir. Namun ada hal aneh yang terjadi di salah satu sekolah yang ada di Kota Kotamobagu. Tepatnya di SLTP Negeri 1 Kotamobagu. Seseorang mengaku mengalami hal mistis saat ujian berlangsung.

Hal tersebut diungkapkan Ayu. Menurutnya dia secara tidak sengaja melihat seorang siswa yang sudah meninggal akibat kecelakaan beberapa bulan silam, namun ,masih mengikuti UN pada hari pertama (09/05) dan pada hari terakhir (12/05)

“Pada waktu itu hari pertama saya masuk ruangan, saya lihat dia (Alm) sedang duduk. Awalnya perasaan saya biasa namun sudah merinding. Wajah pucatnya membuat saya tak tenang di  dalam,” ujar Ayu, seperti yang dilansir Tribun Manado

Saat mengalami hal aneh tersebut, Ayu pun memilih untuk keluar ruangan, karena memang waktu itu hanya ada dia didalam ruangan.

“Saya kemudian dengar dari pihak sekolah bahwa ada satu siswa yang tak bisa mengikuti UN karena meninggal dunia akibat kecelakaan . Saya lihat dia hanya duduk diam menghadap kedepan pada hari pertama, pada hari keempat saya lihat hal yang sama, dan tangan kirinya diletakkan soal UN yang ada diatas meja” ujarnya.

Ditempat yang sama,  pihak sekolah membenarkan bahwa memang benar ada satu siswa yang mengalami kecelakaan dua bulan sebelum pelaksanaan ujian nasional. Siswa laki-laki tersebut bernama Mohamad Djabar Mokoginta, kelahiran Pontodon 2 Februari 2000.

“Memang ada satu siswa yang meninggal dunia. Namun sebelumnya dia sudah memiliki nomor peserta un. Bulan januari 2016 sudah punya nomor ujian nasional. Dia itu siswa di SMP Terbuka,” ujar Kepala Sekolah SMP N 1 Sande Makalalag.

Kursi tempat duduknya dibiarkan pihak sekolah dalam keadaan kosong, namun tetap diberikan soal ujian nasional.

Saat mengalami kecelakaan di jalan antara Desa Pontodon Timur dan Pangian korban tersebut sempat sulit .

“Karena saat kecelakaan itu listrik padam, suasana gelap. Dia celaka bersama dengan temannya. Dia terlempar jauh, saat temannya sudah dibawa ke rumah sakit sekitar 10 menit baru dia ditemukan warga,” ujar Rita.

Rita juga menambahkan bahwa siswa tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Datoe Binangkang laju sempat dirujuk di Rumah Sakit Kandouw Manado.

“Selama lima hari dirawat disana, semua alat dipasang, namun tak bisa menyelamatkannya dia kemudian meninggal dunia di Rumah sakit” Tutupnya

Sumber : tribun manado

Editor : Octav Singal

 

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

Bupati Bolmong Serahkan Bantuan Kelompok UP2K

BMRPost,BOLMONG-Bupati Bolaang Mongondow, Dra. Hj. Yasti Soepredjo Mokoagow, rabu 10 Oktober 2018 menyerahkan batuan kepada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *