HEADLINE

LP3T desak Pemkot Tutup Sarang Walet Ilegal

BMRPost.com-Kotamobagu,- Dikarenakan kawasan pertokoan yang ada di Kota Kotamobagu seperti Jl. Bolian Kelurahan Gogagoman dan beberapa tempat lainnya belakangan ini sudah banyak yang beralih fungsi, bahkan sudah terjadi sejak lama.

Keberalihan fungsi ini ialah sejumlah rumah toko (Ruko) yang seharusnya dijadikan tempat dagang atau usaha, belakangan malah menjadi kandang atau kawasan ternak burung walet.

Dan dari dampak ini tidak sedikit warga yang mengeluh dengan keberadaan sarang wallet tersebut.

Kurniawan Mokodompit. SE  Kordinator Bidang Investigasi dan Litbang didampingi Sekretaris LP3T Irawan Damopolii menyampaikan  kepada awak media, Pasalnya keberadaan sarang walet itu disamping mengganggu kenyamanan warga sekitar karena menimbulkan kebisingan, hal ini juga mengganggu keindahan dan memperjelek pemandangan daerah tersebut.

“ Belum lagi kotorannya yang berserakan, karena burung-burung tersebut bertenger di sejumlah kabel.Oleh karena itu kami meminta agar pemerintah Kota Kotamobagu melalui instansi terkait segera menertibkan sarang walet illegal  tersebut” tegasnya

Bahkan suara yang dikeluarkan pemiliknya dari rekaman di rumah walet itu, tidak melihat waktu, baik siang maupun malam musik suara burung wallet itu terus terdengar

Kami (LSM LP3T) sudah menyurat secara resmi dengan nomor  010/B/lsm-lp3t/IV/2016 kepada Kantor Pelayanan Terpadu Satu Atap untuk segera menutup karena tidak memiliki izin resmi

Ketika dikonfirmasi kepada Noval Manopo  Kepala Kantor KPTSP pada kamis (29/4/2016)  membenarkan ada surat laporan resmi dari LSM LP3T, dan pihak nya sudah mengirimkan Surat peringatan 1 kepada pemilik bangunan

“ Salah satu poin nya adalah sangat jelas meminta menutup usaha sarang walet illegal “ tutup Noval.  (Tim)

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

Rusdi Gumalangit Sebut Cherish Harriette Layak Wakili Generasi Muda di Pusat

BMRPost,BOLTIM – Minggu, (14/10) Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Rusdi Gumalangit manghadiri penutupan Grass …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *