HEADLINE

Ini dia 6 Balon Ketum partai Golkar

BMRPost-Steering Committee (SC) Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar memutuskan enam dari delapan orang bakal calon ketua umum Golkar, lolos syarat administrasi.

“Enam bakal calon dinyatakan lolos secara administrasi dan bisa mengikuti tahapan selanjutnya,” ujar Ketua SC Munaslub Golkar Nurdin Halid di Kantor DPP Golkar, Jalan Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (6/5/2016) sore. Seperti dilansir dari kompas

Keenam bakal calon yang lolos yakni Ade Komarudin, Airlangga Hartarto, Aziz Syamsuddin, Mahyudin, Priyo Budi Santoso dan Setya Novanto. Adapun, dua nama tersisa, yakni Syahrul Yasin Limpo dan Indra Bambang Utoyo dianggap belum memenuhi syarat administrasi. Meski demikian, Nurdin memastikan kedua nama itu tidak gugur begitu saja.

“Terhadap Syahrul dan Indra diberikan kesempatan sampai Sabtu 7 Mei 2016 jam 12.00 WIB untuk menjawab surat steering committee berkaitan dengan persyaratan yang belum terpenuhi,” ujar Nurdin.

Jika Syahrul dan Indra tidak memenuhi persyaratan sampai waktu tersebut, SC akan menganggap kedua nama itu mengundurkan diri.

Sebelunya, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung mengaku tak pernah sekalipun dilibatkan dalam pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub). Anggota Wantim lainnya pun tak ada komunikasi dengan panitia.

“DPP juga tidak pernah resmi ajak pertemuan dengan wantim bahas rencana DPP berkaitan dengan Munas,” ujar Akbar saat berbincang dengan wartawan di kediamannya, Kamis (5/5/2016) malam.

Padahal, menurut Akbar, pertemuan DPP dengan Wantim penting dilakukan. Setidaknya para pengurus dan panitia harus mendengarkan saran dan pertimbangan dari Wantim untuk acara tersebut.

“Tapi kami tidak pernah diajak dan diminta saran,” kata Akbar.

Meski begitu, Wantim berinisiatif memberikan saran dan pertimbangannya kepada panitia dan DPP meski tanpa diminta. Saran itu pun disampaikan bukan lewat pertemuan resmi antara Wantim dengan DPP.

Akbar mengaku bertanya-tanya dengan jadwal pelaksanaan Munaslub yang berubah-ubah. Pertama, alasannya menyesuaikan jadwal presiden. Setelah sepakat dimundurkan, belakangan jadwal malah dipercepat dengan alasan yang sama.

“Tapi terlepas dari itu kami hormati presiden. Dia mau membuka (Munaslub) dengan catatan tidak ada perubahan (jadwal),” kata Akbar.

(kompas/Oct)

 

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

Herson Mayulu Ajak Warga Bolsel Pilih Cherish Harriette

BMRPost,BOLSEL-Mantan Bupati Bolaang Mongondow Selatan, Hi Herson Mayulu SIP (H2M) yang juga calon anggota DPR …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *