HEADLINE

Upacara Ceng Beng Umat Tri-Darma Kotamobagu Berlangsung Khusyuk

BMRPost,Kotamobagu-Selasa (05/04), etnis Tionghoa  Kotamobagu yang masih memegang tradisi leluhurnya, terlihat  merayakan hari raya Ceng Beng. Upacara Sembahyang dipimpin oleh Suhu Hanny Soei Loho dan dibantu dua Asisten nya Chandra Soei Loho dan Ponce Tampi

Hari raya Ceng Beng ( Terang cerah gemilang), yaitu hari suci untuk mengunjungi atau berziarah dan bersembahyang di makam orang tua atau leluhur yang sudah meninggal (Thiong Ting)

20160405_074354

Ceng Beng sering disebut juga “Tahun baru orang mati”. Pada waktu Ceng Beng, biasanya sanak saudara, keluarga yang sudah meninggal akan melakukan sembahyang di depan meja abu atau di makam leluhur atau orangtua.

Sebelum berziarah dan bersembahyang di makam tersebut,  biasanya makam dibersihkan terlebih dahulu dan diberikan kertas sembahyang berwarna kuning, seperti yang terlihat beberapa hari sebelum perayaan ini di sebuah pemakaman Tionghoa di Kota Kotamobagu  yang bernama Perkuburan Lokuyu.

Sesaji yang diletakkan di atas meja abu biasanya berupa makanan seperti daging babi, daging bebek, dll dan minuman. Meja sesaji dialasi oleh Tokwi (semacam taplak bergambar sulaman yang indah), yang biasanya bergambar delapan dewa (Pa xian) dalam sejarah Tiongkok.

Pada sembahyang Ceng Beng terdapat sembahyang bersama untuk menyembahyangi makam yang tidak dikunjungi sanak saudaranya atau yang tidak dikenal. Seperti yang dilakukan rutin tiap Tahun oleh  Yayasan Alka Mulia  yang memiliki klenteng  terletak di Kelurahan Mongkonai  bernama T.I.T.D Thian Shiang Seng Mu

Klenteng ini sudah berdiri semenjak 10 Tahun lalu, dan sampai sekarang bangunannya masih terawat

Masyarakat keturunan Cina (sekarang lebih sering disebut sebagai keturunan Tionghoa) sangat antusias dan menghormati hari raya ini dimana perayaan Ceng Beng inilah waktu untuk berkumpul dengan sanak saudara selain pada perayaan Imlek. Dengan begitu, persaudaraan pun semakin terjalin, sanak keluarga yang tinggalnya saling berjauhan dapat lebih mengenal dan akrab.

pada dasaranya merupakan satu perayaan budaya etnis Tionghoa yang masih dipertahankan

Salah Seorang Take Ceng Beng  (Pengurus) mengatakan kepada  awak media ” Karena itu, melalui perayaan Ceng Beng tiap tahun semakin tingkatkan persaudaraan sesama etnis Tionghoa dan antar  agama, serta memahami secara bersama-sama makna perayaan Ceng Beng sebagai wadah untuk menyadari arti persaudaraan dan persahabatan sesama etnis Tionghoa terutama dalam membangun negara Indonesia ” jelas Fei (David)

 

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

Bupati Bolmong Serahkan Bantuan Kelompok UP2K

BMRPost,BOLMONG-Bupati Bolaang Mongondow, Dra. Hj. Yasti Soepredjo Mokoagow, rabu 10 Oktober 2018 menyerahkan batuan kepada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *