HEADLINE

Wah !!! Suku Anak dalam Mendaftar Polisi

BMRPost-Satu orang anak Orang Rimba, lebih dikenal Suku Anak Dalam (SAD), tahun ini mendaftarkan diri menjadi calon polisi. Supriyanto, demikian nama anak SAD ini, mendaftarkan diri ke panitia penerimaan calon anggota Polri 2016 di Polres Sarolangun, Jambi.

Pemuda berusia 20 tahun ini berharap lulus seleksi dan diterima menjadi polisi. “Semoga mendapat hasil terbaik,” ujar Supriyanto, Rabu (27/4/2016).

Supriyanto merupakan putra bungsu dari Sargawi, pimpinan kelompok SAD  yang tinggal di perkebunan sawit PT Kresna Duta Agroindo (KDA), perkebunan sawit Group Sinar Mas. Secara administrasi, permukiman mereka masuk di RT 18 Desa Tanjung, Kecamatan Batin VIII, Sarolangun, Jambi.

Supriyanto mengikuti jenjang pendidikan formal bergabung dengan anak-anak Sidodadi yang merupakan keturunan Jawa, dengan pergaulan ini Supri pun cukup fasih menggunakan bahasa Jawa. Bahkan nama yang digunakannya pun merupakan pemberian dari orang tua angkat bapaknya yang juga berasal dari Jawa.

Kepada detikcom, Supriyanto mengaku keinginan untuk menjadi polisi timbul karena ingin berbakti kepada bangsa dan negara sekaligus kalau nanti berhasil akan menjadi contoh bagi pemuda SAD lainnya untuk meneruskan pendidikan.

“Belum banyak yang mendaftar calon polisi.  Kalau saya lulus (jadi polisi) nanti mudah-mudahan bisa menjadi contoh bagi anak-anak rimba lain,” sebut pemuda kelahiran Sidodadi, 25 November 1995 ini.

Jika lulus menjadi polisi, Supriyanto berharap ditugaskan di komunitas SAD.  Dia ingin memberikan penyuluhan hukum kepada warga SAD yang belum paham dengan aturan-aturan hukum. “Kalau yang memberikan penyuluhan dari kami suku kami sendiri harapannya tentu bisa lebih di terima,” kata dia.

Supriyanto mengaku dengan status pemuda SAD yang disandangnya, ia punya kebanggaan tersendiri ketika mengurus semua persyaratan yang diperlukan. “Kalau saya sebut suku Orang Rimba (SAD) mereka melayani dengan baik. Alhamdulillah semuanya berjalan baik,” aku alumni SMKN 2 Merangin ini.

Shasa Canina, Koordinator Unit Pendidikan Komunitas Konservasi Indonesia (KKI WARSI) berharap langkah Supriyanto untuk ikut seleksi calon polisi mendapat dukungan dari semua pihak.

“Selama ini masih sangat sedikit anak rimba yang meneruskan pendidikan mereka, ada perbedaan budaya yang sangat tinggi dengan masyarakat di sekitarnya, juga ada masalah biaya hingga masalah sosial yang biasanya  menyebabkan Orang Rimba untuk mundur teratur dalam persaingan mendapatkan pendidikan yang terbaik dan ikut mendaftar calon polisi,” jelas Shaha.

Kapolres Sarolangun AKBP Budiman membenarkan ada pemuda SAD yang mendaftarkan diri menjadi calon polisi.

“Saya bersyukur dan bangga ada pemuda Suku Anak Dalam yang mendaftar (tes penerimaan calon polisi). Ini akan menjadi contoh bagi pemuda Suku Anak Dalam lainnya untuk ikut mendaftar,” kata Budiman kepada detikcom.

Dengan diterimanya pemuda ini ikut tes, kata Budiman, membuktikan bahwa kepolisian memberikan kesempatan yang sama kepada pemuda SAD untuk ikut mendaftar menjadi calon polisi.

“Kami tidak melakukan diskriminasi (kepada SAD). Kami memberikan kesetaraan kepada mereka. Kami berharap agar dia (Supriyanto) lulus tes dan menjadi polisi. Dengan catatan, Supriyanto harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan panitia penerimaan,” jelas Budiman.(detik)

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

Kasus Dugaan Pelanggaran UU ITE Berlanjut, Polres Bolmong Surati AH

Kepastian dipanggilnya pemilik akun  Awie Hassan yaitu dengan terbitnya surat panggilan nomor : S.pgl /203/IV/2018/Reskrim, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *