HEADLINE

Samidin : Sangadi dan Kadus Hanya Berijasah SMP dan SD, Suriansyah : Aparat Gaptek Jangan Malu bertanya

BMRPost,Bolmut-Efek  ilmu pengetahuan,teknologi dan informasi mulai dirasakan smapai ke desa-desa. Karena itu, aparat pemerintah kecamatan dan desa di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) harus mampu mengikutinya.

”Aparat jangan malu bertanya untuk mengetahui perkembangan informasi dan teknologi,” kata Wakil Bupati Bolmut Suransyah Korompot SH, kemarin.

Suriansyah juga mengakui, saat ini, seluruh aktivitas perkantoran baik kecamatan maupun di desa menuntut para aparat bisa mengoperasikan teknologi komputer, baik pembuatan surat-surat, pembuatan data-data desa baik secara online maupun secara pengetikan biasa.

”Jangan sampai fasilitas yang disediakan pemerintah daerah ini hanya dipergunakan orang lain (tenaga yang disewa, red). Aparat ditutntut untuk bisa menguasai komputer baik untuk mengetik maupun berkomunikasi secara online,” tegas Korompot.

Camat Kaidipang Samidin Korompot SSTP memang mengusulkan ke Pemkab Bolmut agar ada pelatihan atau kursus komputer untuk aparat di kecamatan dan desa.

“Kami dari kecamatan memohonkan kepada pemerintah kabupaten agar setiap aparat kecamatan dan desa diberikan pelatihan khusus penggunaan komputer. Mengingat, sejumlah pekerjaan dan program kerja pemerintahan yang diarahkan, banyak berkaitan dengan peralatan teknologi dan dunia internet. Apalagi Sebagian dari sangadi dan kepala dusun (Kadus) kita, hanya berijasah SMP dan SD. Jadi harus membutuhkan bimbingan khusus untuk pengunaan komputer,” ujar Samidin.

Wakil Bupati Bolmut,Suriansyah Korompot mengakui, sumberdaya manusia (SDM) aparatur desa di Bolmut belum semuanya memadai. Apalagi di taraf kepala dusun dan seterusnya ke bawah. Dia pun sepakat dengan usul Camat Kaidipang, agar dilaksanakan pembenahan SDM aparatur di 106 desa.

Korompot juga meminta partisipasi para generasi muda di tingkat desa, yang telah mengenal dunia internet dan sejenisnya, untuk membagikan pengetahuan mereka kepada para aparatur desa yang pengetahuannya masih pas-pasan.

”Saya mengimbau para aparatur desa yang masih gaptek (gagap teknologi, red), jangan malu bertanya pada anak-anak muda jebolan SMK. Atau perguruan tinggi yang ada di desanya. Jika perlu berdayakan mereka sementara waktu untuk membantu di tingkat desa dan dusun, selagi belum punya pekerjaan tetap,” imbaunya.(*)

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

Kasus Dugaan Pelanggaran UU ITE Berlanjut, Polres Bolmong Surati AH

Kepastian dipanggilnya pemilik akun  Awie Hassan yaitu dengan terbitnya surat panggilan nomor : S.pgl /203/IV/2018/Reskrim, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *