HEADLINE
Lokasi Bangunan PEnakaran Walet Ilegal di Jalan Bolian gogagoman

Pengusaha Penakaran Walet Kelabui Pemkot Kotamobagu

BMRPost,KOTAMOBAGU-Kejanggalan alih fungsi bangunan di Kota Kotamobagu, kian menyeruak. Sejumlah toko, rumah, perusahan dan bangunan mulai difungsikan sebagai penangkaran sarang Burung Walet. Sayangnya, usaha ini ditenggarai ilegal. Lagi-lagi, persoalan ijin jadi pemantik.

Hal seperti yang dikeluhkan warga, Tepatnya di jalan bolian Kelurahan Gogagoman. Di Daerah tersebut ternyata ada bangunan berkedok Gudang dan ternyata dialifungsikan sebagai penakaran Burung Walet.

Imbas usaha ‘siluman’ ini, pemerintah daerah dirugikan. Karena, harus kehilangan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) ratusan juta tiap tahun. Belum lagi issue kerusakan lingkungan.

“Berkedok perusahaan atau ruko dan gudang, tapi kenyataannya dijadikan penangkaran Walet. Memang, bisnis ini sangat menjanjikan, namun sangat disayangkan sebagian besar pengusaha penangkaran Burung Walet, diduga tidak memilik izin,” ujar Irawan Damopolii Sekretaris Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LP3T Kotamobagu, Selasa (26/04)

Selain itu, kata dia, pemilik usaha penangkaran berlaku tidak adil kepada pemerintah, karena pengusaha enggan membayar pajak. Padahal, bisnis ini berpotensi menjadi lumbung PAD.

“Pangkal kejanggalan bisnis Walet di Kota Jasa tersebut, saat didirikannya gedung-gedung. Apalagi jika dihubungkan dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Dimana, dalam izin yang dikeluarkan hanya untuk bangunan,atau Gudang bukan untuk penangkaran Walet,” koarnya.

Sementara itu Sejumlah Polisi pamong Praja dan Pegawai Perijianan Kotamobagu terlihat mendatangi pemilik usaha Penakaran walet tersebut yang juga pemilik Toko Sinar Abadi yang bergerak di perdagangan bahan bangunan. Dan saat akan dilakukan pemeriksaan terhadap bangunan tersebut, sang pemilik melakukan penolakan tanpa alasan.

“Peraturan daerah (Perda)nya sudah diatur, melalui Perda No 1 Tahun 2013 perubahan Perda No 8 Tahun 2010 tentang pajak daerah mengatur salah satunya penangkaran walet sebanyak 5 % dari penghasilan ,” Jelas Staf Kantor Perijianan

Ditempat  sipemilik, dirinya berdalil jika kawanan burung walet itu datang tanpa diundang, alias masuk dengan sendirinya

“Kami tidak mengundang burung wallet, mereka masuk sendiri kedalam banguanan” Ujar Pemilik

Namun dari kondisi fisik gedung diguga memang diperuntukkan bagi penakaran burung walet. Tepatnya dilantai 2 Gedung tersebut. (Octav)

 

 

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

Bupati Bolmong Serahkan Bantuan Kelompok UP2K

BMRPost,BOLMONG-Bupati Bolaang Mongondow, Dra. Hj. Yasti Soepredjo Mokoagow, rabu 10 Oktober 2018 menyerahkan batuan kepada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *