HEADLINE

Miras Golongan A ‘Belepotan’ KKN Mandul ?

BMRPost,KOTAMOBAGU-Maraknya peredaran dan penjualan minuman keras golongan A membuat banyak pihak merasa dirugikan, tidak hanya dari dampak sosial nya tetapi juga keagamaan.

LSM LEMBAGA PEMANTAU PELAYANAN PUBLIK TOTABUAN (LP3T) mendesak  Satpol PP  Kota Kotamobagu untuk tegas dalam menegakkan aturan yang ada, khususnya tentang peredaran dan penjualan minuman keras di Kota Kotamobagu. Karena biar bagaimana pun akan merusak citra Pemerintahaan TB-Jadi

“ Dari pantauan dan laporan yang masuk , banyaknya peredaran minuman keras (miras) atau minuman beralkohol (minol) di Kota Kotamobagu tidak lepas dari lemahnya kontrol instansi tersebut sebagai aparat penegak perda dalam hal ini Satpol PP Kotamobagu,” ujar Sekretaris LSM Irawan Damopolii, (8/4).

Bebasnya penjualan dan peredaran miras itu dapat dilihat di Kawasan Kotamobagu Barat, khususnya beberapa Toko, Warung di Kawasan Segitiga Hotel Tamasya  yang banyak terdapat Toko-Toko menjual bebas miras dan minol kepada masyarakat umum.

Peraturan Menteri Perdagangan (Pemendag) No.06/M-DAG/PER/1/2015 Tentang Pengendalian dan Pengawasan Terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol. Hal ini dikarenakan pengawasan terhadap penjualan minuman beralkohol di minimarket, Toko-toko Grosir, warung-warung  bebas dijual dan peredarannya cukup meresahkan

Ketika dikonfirmasi terkait Permendag tersebut kepada Herman Aray Kadisperindagkop Kota Kotamobagu mengatakan bahwa Permendag adalah merupakan izin prinsip dan sudah barang tentu harus ditataai oleh semua pelaku usaha

Irawan  juga mengatakan, LP3T  akan turut mengawasi dan mengawal berjalannya Permendag , langkah tersebut diambil setelah pihaknya mendengar banyak masukan dan keluhan dari masyarakat dan Tokoh Agama yang menyatakan bahwa penjualan minuman beralkohol di Toko-toko dan warung sudah mulai mengganggu dan tidak sesuai dengan ketentuan lagi

Apabila masih ada minimarket, Toko Grosir dan Warung  yang melakukan pelanggaran maka LSM LP3T tidak segan-segan memintah Pemerintah untuk mencabut izin usaha mereka.dan  langkah tegas  segera diambil

Mengonsumsi minuman beralkohol kini sudah menjadi bagian gaya hidup dari sebagian masyarakat. Saat ini, minuman beralkohol cukup mudah ditemui di warung-warung tertentu. Padahal seharusnya minuman memabukkan ini hanya bisa ditemui di tempat-tempat khusus yang mengantongi izin.

Selama ini dampak negatif dari konsumsi alkohol yang paling banyak diketahui orang adalah mabuk semata, dan itupun dapat hilang dengan sendirinya. Tapi ternyata efek negatif itu tidak berhenti sampai disitu saja.Tak sekedar menyebabkan mabuk, alkohol juga memiliki dampak negatif lain yang bisa membuat tubuh mudah terserang penyakit

(David)

 

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

Bupati Bolmong Serahkan Bantuan Kelompok UP2K

BMRPost,BOLMONG-Bupati Bolaang Mongondow, Dra. Hj. Yasti Soepredjo Mokoagow, rabu 10 Oktober 2018 menyerahkan batuan kepada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *