HEADLINE
Babuk hasil sitaan

Anak dan Keluarga Pejabat di BMR Tersandung Kasus Narkoba

BMRPost,KOTAMOBAGU-Selasa (12/04) Salah satu Anggota dari Kepolisian Resor Minahasa Selatan,Sulawesi Utara, yang ditugasakan disalah satu pertambangan di Kecamatan motoling, diduga positif Narkoba setelah dikeluarkannya hasil tes Urin oleh Pihak BNN. Saat ini IP bersama beberapa rekannya yang diantaranya terdapat beberapa Keluarga Pejabat dan Pimpinan Daerah di Bolmong Selatan serta Kota Kotamobagu sedang menjalani pemeriksaan lanjut oleh Satres Narkoba Polres Bolmong.

Selain IP mencuat juga beberapa nama yang merupakan hasil pengembangan Satres Narkoba Polres Bolmong. diantaranya Jo Alias Jef (Bidan Honorer Dinkes Bolmong) yang berperan sebagai Bandar/Pengedar utama. IP Alias Man (Anggota Res Minsel/Anak Pejabat Kotamobagu), SAP alias Sur,IA Alias IK (Keluarga Pejabat Bolsel), RB alias Ren (Keluarga Pimpinan Daerah di Kotamobagu) IK alias IKS dan MP (diduga Menantu salah satu kepala dinas di Pemerintahan Kotamobagu).

“Dari tangan JO obat-obatan ini diperoleh, dari hasil penyelidikan, terungkap pasokan obat Alprazolam 0,5 Mg yang ada di Polindes Inaton Desa Bilalang III, tertanggal bulan maret 2016 berjumah 18 Box dengan Jumlah Total 1800 Butir. 11 Box di gelapkan oleh JO karena punya akses ketempat penyimpanan obat dan tidak ada pengawasan ketat” Terang Kasat Reskrim Narkoba, AKP Hanny Lukas, Rabu (13/04)

Lebih lanjut, Lukas menjelaskan jika dari hasil penyitaan barang bukti di TKP (gudang obat) Satnarkoba polres Bolmong tinggal mendapati 400 Butir (4 Box).

“Setelah ditelusuri, Alprazolam 0,5 Mg yang ada di gudang obat tersisa 400 Butir atau 4 Box sedangkan yang sisanya belum diketahui kemana arahnya, sedang dilakukan pengembangan. Untuk sementara barang bukti yang ada berupa 50 Butir Alprazolam disita dari Kurir JO, 7 buah Telepon genggam dan uang tunai 100ribu Rupiah. Dan kami tetap melakukan pengembangan kemana arah kasus ini bermuara, jangan sampai akan bertabrakan dengan aturan pemerintah serta aturan MA. Jika memang harus ditahan, kami Tahan. Namun apabila hanya perlu di rehabilitasi,kami juga harus mematuhi peraturan” Tambah Lukas

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bolaang Mongondow drg Rudiawan saat dihubungi mengatakan akan segera berkoordinasi dengan pihak polindes terkait kasus tersebut.

“Saya akan segera berkoordinasi, dan apabila terbukti akan saya tindak sesuai dengan peraturan” Ujar Rudiawan

Dari Informasi yang berhasil dihimpun, Alprazolam merupakan obat anti cemas yang termasuk kelas zat psikotropika benzodiazepine. Alprazolam memiliki sifat yang sama dengan golongan benzodiazepine lainnya, yaitu berikatan pada reseptor GABA.

Beberapa efek dari Alprazolam adalah anti cemas, hipnotik (membuat ngantuk), pelemas otot rangka, anti kejang, dan memiliki efek amnestik (kemampuan membuat orang lupa terhadap sesuatu). Alprazolam tersedia dalam tablet ukuran 0,25 mg, 0,5 mg, 1 mg, dan 2 mg. Terdapat juga Alprazolam dalam bentuk sirup dengan dosis 0,5 mg / 5 ml

Efek samping yang dapat muncul saat mengkonsumsi Alprazolam adalah disinhibisi otot, perubahan libido, halusinasi, mulut kering, gangguan keseimbangan, gangguan berbicara, ide untuk bunuh diri, retensi buang air kecil, amnesia, mengantuk, ataupun pusing serta nyeri kepala.(Octav)

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

Kasus Dugaan Pelanggaran UU ITE Berlanjut, Polres Bolmong Surati AH

Kepastian dipanggilnya pemilik akun  Awie Hassan yaitu dengan terbitnya surat panggilan nomor : S.pgl /203/IV/2018/Reskrim, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *