HEADLINE

53 Sangadi di Boltim dipanggil BPK

BMRPost,Boltim-Terkait Dana Bagi Hasil (DBH) yang diberikan Pemerintah Daerah Bolaang Mongondow Timur atas Pengolahan Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan  (PBB-P2), Selasa (19/04) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memanggil 53 Sangadi (Kepala Desa)  di daerah yang dipimpin Sehan Lanjar ini.

Hal tersebut dibenarkan Sekretaris Daerah Boltim, Muhammad Assagaf, bilamana memang ada pemanggilan  para kepala desa yang menerima DBH pada 2015 tersebut oleh BPK , untuk menjelaskan pemanfaatan dana tersebut..

“Dana bagi hasil diperuntukkan untuk operasional. Itu pendapatan PAD Boltim, bukan dari DAU dan DAK. Dana itu yang dibagikan kepada desa sesuai perhitungan,” bebernya.

Hingga saat ini dana desa tahap satu belum dikucurkan pemerintah pusat. Sehingga pemda sedang mempertimbangkan penyaluran alokasi dana desa (ADD) yang berasal dari APBD Boltim. Sebab Tunjangan Pokok Aparat Pemerintah Desa (TPAPD) dibiayai oleh ADD.

“Sejauh ini ada 59 desa yang surat pertanggungjawaban dikumpulkan (BPK) semuanya oke,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Boltim, Oskar Manoppo menambahkan terdapat 53 desa dari 80 Desa yang mendapatkan dana bagi hasil dengan anggaran lebih dari Rp 300 juta.

“Ada 53 desa yang menerima, yang lain terlambat. Setiap desa dapat Rp 5 juta hingga Rp 7 juta tergantung potensi desa,” jelasnya.

Dia mengungkapkan dana bagi hasil dalam juknis tak diatur peruntukannya. “Penggunaanya secara umum bisa untuk ATK atau penunjang lainnya,” jelasnya.

Selain itu, menurutnya hingga saat ini masih ada 23 desa yang belum memasukan SPJ pengelolaan dana desa dan ADD tahap tiga 2015 silam.

“SPJ sudah selesai tinggal dijemput. Hingga saat ini dana desa tahap satu belum masuk. Jadwalnya bulan ini,” terangnya. (tm/Oct)

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

Mohamad Paputungan Nakhodai NasDem Bolsel

BMRPost,BOLSEL-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) saat ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *