HEADLINE

LSM LP3T : Di Mana-mana Kontraktor yang Meninggalkan Pekerjaannya Salah

BMRPost.com,KOTAMOABAGU-Penyelesaian proyek pembangunan Masjid Raya Baitul Makmur (MRBM) Kotamobagu yang dikerjakan PT Tirta Dhea Addonnics, hingga berakhirnya kontrak kerja dengan Pemerintah Kota Kotamobagu, namun volume fisiknya tidak memuaskan dan sesuai harapan masyarakat

Terhentinya fisik proyek pembangunan MRBM yang berbanderol Rp16,112 Miliar,bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2015 ini, Nomor Kontrak 04/KONTRAK/BKS.SETDA-KK/PPK/MABM.IV.VII/2015 membuat LSM Lembaga Pemantau Pelayanan Publik Totabuan (LP3T) angkat bicara mengenai kinerja Kontraktor ,

Melihat lansung kondisi bangunan Masjid  Baitul Makmur yang sangat memprihantinkan yang sebelumnya dikerjakan PT Tirta Dhea Addonnics,  dengan menelan anggaran Rp 16,2 M  Tetapi, baru dikerjakan kurang lebih 11 persen fisik nya, dan kontraktor pelaksananya sudah minggat.

‘’Di mana-mana Kontraktor yang meninggalkan proyek/pekerjaan itu salah !! Kalau sudah begini keadaan bangunan Masjid seperti ini, LP3T berharap agar Pemerintah Kota dapat melanjutkan kembali pembangunan Masjid,.Sedangkan kontraktor yang meninggalkan pekerjaan ini harus di-blacklist dan jangan dipercaya lagi untuk melaksanakan pembangunan di BMR,’’ jelas Irawan Damopolii kepada awak media

Sudah barang tentu kedepan Pemkot  harus melihat Sumber daya manusia nya Pihak Ketiga untuk melanjutkan proyek MRBM  jika kurang handal atau tidak profesional sehingga membuat manajemen pelaksanaan menjadi kacau tanpa bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut

Lanjut Irawan mengatakan “ Salah dalam membuat kontrak kerja konstruksi, kesepakatan tertulis ini hendaknya dipelajari secara teliti sebelum menyetujuinya, sehingga dapat memastikan bahwa kontrak yang telah dibuat tidak merugikan salah satu pihak.” Ujar Irawan

Seperti diketahui beberapa waktu lalu sempat dilansir oleh salah satu media
online Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kotamobagu melalui Sekertaris Komisi II yang dikenal sangat Kritis yakni Ir Ishak Sugeha menuding proyek pengerjaan Mesjid Raya Baitul Makmur (MRBM) yang dilakukan oleh PT Tirta Dhea Addonic adalah Abal-abal.

Menurut Ishak, pihak kontraktor tidak profesional dalam melaksanakan pekerjaan pembangunan MRBM yang total anggarannya sebanyak 16, 112 Milliar.

“Pengerjaannya bisa dibilang Abal-abal, ini disebabkan tidak profesionalnya mereka dalam mengerjakan proyek tersebut, dan kita bisa nilai dari manajemen Administrasi serta teknis yang kita dapati langsung dilokasi, “ ujarnya

(David)

Komentar Facebook

komentar

Berita Lainnya

Bupati Bolmong Serahkan Bantuan Kelompok UP2K

BMRPost,BOLMONG-Bupati Bolaang Mongondow, Dra. Hj. Yasti Soepredjo Mokoagow, rabu 10 Oktober 2018 menyerahkan batuan kepada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *